Langsung ke konten

(How To Start) Tahap Awal Menggunakan Mailketing

Panduan ini untuk Anda yang baru bergabung dengan Mailketing, layanan pengiriman email untuk bisnis di Indonesia. Urutannya: daftar akun, Setup Domain (wajib), membuat list, mengisi subscriber, lalu mengirim email pertama. Ikuti langkahnya dari atas ke bawah, dan dalam waktu singkat Anda siap mengirim email dengan aman dan profesional.

Ringkasnya, tahap awal menggunakan Mailketing dimulai dengan setup domain sender, memilih jenis pengirim (Simple Sender atau Whitelabel Sender), lalu menentukan cara mengirim email: lewat SMTP/API dari website atau aplikasi Anda, atau langsung dari Dashboard Mailketing. Setelah itu Anda bisa mengelola database email dan mulai mengirim campaign maupun autoresponder.

Yang Perlu Disiapkan

  • Alamat email aktif dan nomor WhatsApp untuk mendaftar akun.
  • Untuk Simple Sender: akun Gmail (alamat @gmail.com).
  • Untuk Whitelabel Sender (disarankan untuk bisnis): domain dan email bisnis sendiri (misalnya [email protected]), serta akses ke pengaturan DNS domain (cPanel, Cloudflare, atau panel penyedia domain).
  • Data kontak (subscriber) yang akan dikirimi email, misalnya file CSV dari Excel atau Google Contacts. Boleh menyusul.

Langkah 1: Daftar dan Login ke Akun Mailketing

  1. Buka halaman pendaftaran be.mailketing.co.id/register.
  2. Isi Nama lengkap, Email, Nomor WhatsApp, dan Password, centang persetujuan Syarat & Ketentuan, lalu klik Buat akun.
  3. Buka inbox email Anda dan klik link verifikasi yang dikirim Mailketing.
  4. Login di be.mailketing.co.id/login. Akun baru mendapat 200 email credit gratis untuk mencoba.

Catatan: Menu dashboard muncul bertahap. Menu Lists & Subscriber baru tampil setelah ada sender yang terverifikasi, dan menu Kirim Email serta Form & Template baru tampil setelah Anda membuat minimal satu list. Jadi ikuti urutan langkah di panduan ini.

Langkah 2: Setup Domain Sender (Wajib)

Agar bisa mengirim email lewat Mailketing, langkah paling awal dan wajib adalah setup domain sender (alamat pengirim). Di menu samping, item ini ditandai lencana Wajib Setup sampai sender Anda aktif.

  1. Buka menu Setup Domain → Tambah Domain.
  2. Pilih salah satu tombol: Add Simple Sender atau Add Whitelabel Sender. Penjelasan keduanya ada di bawah.
  3. Selesaikan verifikasi sampai sender berstatus aktif.
tampilan menu tambah domain sender

Mailketing menyediakan 2 opsi sender yang bisa Anda pilih sesuai kebutuhan.

Opsi 1: Simple Sender (Cocok untuk Pemula)

Simple Sender memungkinkan Anda langsung mengirim email tanpa domain bisnis, cukup memakai akun Gmail sebagai alamat balasan (Reply-To).

Cocok untuk:

  • Pemula
  • Belum memiliki domain email bisnis
  • Ingin mencoba Mailketing tanpa setup teknis
  • Testing awal sebelum produksi

Cara kerja Simple Sender:

  • Email dikirim menggunakan domain Mailketing.
  • Gmail Anda dipakai sebagai alamat balasan (Reply-To).

Cara menambahkannya:

  1. Klik Add Simple Sender.
  2. Isi kolom Sender Email (Gmail only) dengan alamat Gmail Anda, lalu klik Add Simple Sender.
  3. Buka Gmail tersebut dan klik link konfirmasi dari Mailketing. Setelah dikonfirmasi, sender aktif dan menu Lists & Subscriber muncul.

Contoh hasil pengiriman:

tampilan hasil terkirim simple sender mailketing

Simple, cepat, dan tanpa ribet. Namun, untuk kebutuhan bisnis jangka panjang opsi ini tidak direkomendasikan.

Opsi 2: Whitelabel Sender (Direkomendasikan untuk Bisnis)

Whitelabel Sender memakai domain dan email bisnis Anda sendiri sebagai identitas pengirim. Alamat @gmail.com tidak bisa dipakai di opsi ini.

Keunggulan Whitelabel Sender:

  • Tampilan profesional
  • Branding sepenuhnya milik bisnis Anda
  • Reputasi domain lebih terjaga
  • Peluang masuk inbox lebih baik karena domain terautentikasi (SPF, DKIM, DMARC)
  • Cocok untuk brand, startup, agency, dan bisnis serius

Semua email akan dikirim menggunakan:

tampilan hasil kirim whitelabel sender mailketing
  • Domain Anda
  • Email domain Anda
  • Identitas brand Anda sepenuhnya

Cara menambahkannya:

  1. Klik Add Whitelabel Sender.
  2. Step 1: Sender Email: isi email bisnis Anda.
  3. Step 2: DNS Configuration: salin record DNS yang ditampilkan ke pengaturan DNS domain Anda.
  4. Step 3: Verify DNS Records: klik verifikasi setelah record DNS tersimpan. Perubahan DNS kadang butuh waktu beberapa saat sampai terbaca.

Mailketing akan memandu setup SPF, DKIM, dan DMARC agar email Anda aman dan terpercaya. Tutorial lengkap sesuai tempat DNS Anda:

Langkah 3: Pilih Cara Mengirim Email

Setelah domain sender berhasil diverifikasi, Anda bisa mengirim email dengan 2 metode utama. Boleh memakai salah satu atau keduanya.

Metode A: Mengirim Email Tanpa Dashboard (SMTP / API)

Cocok untuk developer, aplikasi custom, website, dan sistem internal perusahaan. Ada dua opsi pengiriman: SMTP Credential dan API endpoint kirim email.

Cara mendapatkan data SMTP:

  1. Buka menu Dashboard.
  2. Cari kartu Konfigurasi SMTP, lalu klik tombol AKSES SMTP. Jika kartu menampilkan “Belum Terkonfigurasi”, selesaikan dulu Setup Domain (tombol Setup Sender).
  3. Di jendela SMTP Account Configuration, salin data yang dibutuhkan. Password tersembunyi; klik ikon mata untuk melihatnya.
tampilan smtp credential yang diberikan mailketing
DataNilai
SMTP Hostsmtp.mailketing.id
Port587 (TLS)
UsernameLihat di jendela SMTP Account Configuration
PasswordLihat di jendela SMTP Account Configuration (klik ikon mata)

Data SMTP ini bisa dipakai di backend aplikasi, sistem internal, website, plugin WordPress, dan aplikasi custom lainnya.

Contoh Penerapan Host SMTP Mailketing

Selain SMTP, Anda juga bisa memakai API Endpoint SendEmail untuk integrasi lanjutan. Versi yang disarankan adalah API v2; token API diambil di menu Integrasi → Email Application API. Panduan langkah demi langkahnya ada di Cara Kirim Email via API Mailketing.

Metode B: Mengirim Email dari Dashboard Mailketing

Cocok untuk pebisnis, marketer, UMKM, dan siapa saja yang belum punya sistem email marketing sendiri. Fitur email marketing di dashboard (list, campaign, autoresponder, form, statistik) bisa dipakai tanpa tools tambahan dan tanpa biaya bulanan. Anda hanya membayar kredit untuk email yang terkirim (1 email = 1 kredit, mulai Rp0,6/email).

Langkah 4 sampai 6 di bawah adalah alur dasarnya.

Langkah 4: Buat List Pertama

List adalah wadah untuk menyimpan subscriber. Tanpa list, menu Kirim Email belum muncul.

  1. Buka menu Lists & Subscriber → Lihat Semua List, lalu klik Tambah List.
  2. Isi Nama List, Nama Pengirim (From Name), dan pilih Email Pengirim (From Email) dari sender yang sudah aktif.
  3. Klik Buat List.

Penjelasan setiap kolom ada di Cara Membuat List di Mailketing.

Langkah 5: Isi List dengan Subscriber

Pilih cara yang paling sesuai, lalu kelola database email Anda dengan panduan berikut:

Langkah 6: Kirim Email Pertama (Campaign)

  1. Buka menu Kirim Email → Campaign, lalu klik Buat Campaign.
  2. Isi Grup Campaign (misalnya “Newsletter”), Label Campaign (nama unik campaign), dan Subject Email, lalu tulis isi email di editor. Anda bisa menyisipkan nama subscriber dengan tag seperti %%first_name%%.
  3. Di panel Pratinjau Email, isi kolom Kirim Test Email ke: dengan email Anda, lalu klik Kirim Pratinjau untuk mengecek tampilan.
  4. Klik Buat Campaign untuk menyimpan.
  5. Buka menu Kirim Email → Campaign Terjadwal, lalu klik Jadwalkan Campaign.
  6. Isi Nama Jadwal, pilih list tujuan di Pilih List Kontak, lalu pilih campaign di Pilih Campaign Email.
  7. Pilih Kirim Sekarang atau Kirim Nanti (isi tanggal dan jam), lalu klik Jadwalkan Campaign.

Setelah list siap, Anda juga bisa membuat email otomatis dan pengiriman lanjutan:

Cara Memastikan Berhasil

  • Sender aktif: lencana “Wajib Setup” di menu Setup Domain hilang dan menu Lists & Subscriber muncul.
  • List siap: list baru tampil di Lists & Subscriber → Lihat Semua List dan menu Kirim Email muncul. Klik angka di kolom Kontak untuk melihat subscriber.
  • Email terkirim: email pratinjau masuk ke inbox Anda, dan hasil campaign bisa dipantau di menu Statistik → Statistik Campaign.

Fitur Lanjutan & Integrasi

Mailketing juga mendukung:

  • Integrasi website & aplikasi (menu Integrasi)
  • Template email siap pakai (menu Form & Template → Template Email)
  • Automation email (autoresponder)
  • Auto clean database (Auto Clean List)
  • Statistik & analitik pengiriman (menu Statistik)
  • Monitoring deliverability

Silakan eksplor lebih lanjut di Halaman Dokumentasi & Tutorial Mailketing.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Kenapa menu Lists & Subscriber tidak muncul?

Menu ini baru tampil setelah minimal satu sender terverifikasi. Selesaikan Setup Domain → Tambah Domain: untuk Simple Sender, klik link konfirmasi di Gmail Anda; untuk Whitelabel Sender, pastikan record DNS sudah lolos verifikasi.

Kenapa menu Kirim Email belum ada?

Menu Kirim Email dan Form & Template muncul setelah Anda membuat minimal satu list. Buat list dulu di Lists & Subscriber → Lihat Semua List → Tambah List.

Apakah saya harus punya domain sendiri?

Tidak wajib. Simple Sender bisa dipakai dengan alamat @gmail.com. Sebaliknya, email bisnis selain Gmail harus didaftarkan lewat Whitelabel Sender. Untuk pemakaian jangka panjang, Whitelabel Sender lebih disarankan.

Berapa biaya untuk mulai?

Akun baru mendapat 200 email credit gratis. Setelah itu Anda cukup membeli kredit sesuai kebutuhan (mulai Rp0,6/email, tanpa biaya bulanan) lewat menu Pembayaran → Isi Kredit. Lihat Cara TOPUP Credit di Mailketing.

Saya butuh bantuan, ke mana harus menghubungi?

Hubungi tim Mailketing di [email protected] atau WhatsApp 6285356162491.

Ringkasan

Tahap awal menggunakan Mailketing meliputi:

  1. Daftar akun dan verifikasi email
  2. Setup Domain Sender: pilih Simple atau Whitelabel Sender
  3. Menentukan metode pengiriman (SMTP/API atau Dashboard)
  4. Membuat list dan mengelola database email
  5. Mengirim campaign & autoresponder

Dengan setup yang benar sejak awal, email Anda lebih aman, lebih profesional, lebih terpercaya, dan punya peluang lebih baik untuk sampai ke inbox.

Panduan Terkait

Apakah artikel ini membantu?

Masih butuh bantuan?

Tim support Mailketing siap membantu setup domain, SMTP, maupun integrasi API melalui WhatsApp atau email.

2 Responses

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *