Langsung ke konten

Cara Membuat Autoresponder di Mailketing (Email Otomatis)

Autoresponder di Mailketing mengirim email otomatis ke setiap subscriber berdasarkan waktu subscriber masuk ke list. Anda membuatnya sekali lewat Kirim Email → Autoresponder, dan email akan terkirim sendiri, misalnya langsung saat subscriber bergabung atau 1 hari setelahnya.

Apa Itu Autoresponder?

Autoresponder adalah fitur pengiriman email otomatis yang berjalan berdasarkan waktu subscriber masuk ke dalam list.

Fitur ini efektif untuk:

  • Follow-up otomatis
  • Sequential email (email bertahap)
  • Evergreen email marketing

Berbeda dengan campaign (blast), autoresponder dikirim satu per satu sesuai waktu join subscriber, bukan sekaligus.

Yang Perlu Disiapkan

  • Akun Mailketing aktif dengan kredit yang cukup.
  • Satu list yang akan memicu autoresponder, lengkap dengan From Name dan From Email.
  • Jalur masuk subscriber lewat form atau API/integrasi.
  • (Opsional) Template default agar desain email langsung terisi.

Aturan Penting Autoresponder di Mailketing

  1. Autoresponder hanya berjalan jika subscriber masuk ke list via:
    • Form
    • API / integrasi API
      Import file tidak memicu autoresponder
  2. 1 autoresponder hanya berlaku untuk 1 list
  3. Anda bisa membuat banyak autoresponder dalam 1 list dengan waktu berbeda
  4. Jarak waktu minimum adalah jam
  5. Waktu pengiriman dihitung dari waktu subscriber join list, bukan dari autoresponder sebelumnya
  6. From Name dan From Email mengikuti setting pada list, bukan campaign

Langkah-langkah Membuat Autoresponder

Autoresponder dibuat lewat wizard 3 langkah: Pengaturan Awal → Pengaturan → Konten.

Langkah 1: Masuk ke Menu

  1. Buka menu Kirim Email → Autoresponder.
  2. Klik tombol Create New Autoresponder (atau Buat Autoresponder Pertama jika belum punya).

Langkah 2: Pengaturan Awal

  1. Isi Nama Autoresponder: nama internal untuk identifikasi (bebas).
  2. Di Pilih List Kontak, pilih satu list yang akan memicu autoresponder.
  3. Atur Send to Existing Contacts:
    • Enable (aktif, bawaan): kirim ke subscriber lama dan baru
    • Nonaktif: hanya ke subscriber yang masuk setelah autoresponder dibuat
  4. Klik Lanjut.

Langkah 3: Pengaturan Waktu Kirim

Pilih Opsi Pengiriman (Sending Option):

  • Saat Bergabung (On Joining): kirim langsung saat subscriber join
  • Setelah (After): isi angka, lalu pilih satuan:
    • Jam (Hour)
    • Hari (Day)
    • Minggu (Week)
    • Bulan (Month)
    • Tahun (Year)

Catatan: Waktu dihitung dari subscriber masuk ke list, bukan dari autoresponder sebelumnya.

Klik Lanjut.

Langkah 4: Konten Email

  1. Isi Subject Email.
  2. Tulis isi email di Email Content (HTML). Jika Anda punya template default, isinya otomatis muncul.
  3. Tambahkan dynamic variable (first name, custom field, dll.) lewat Sisipkan Konten Dinamis: tombol Variabel, Custom Fields, atau CTA Buttons.
  4. (Opsional) Klik AI Audit and FIX untuk merapikan HTML email.
  5. (Opsional) Uji tampilan email lewat Kirim Email Pratinjau → isi email Anda → Kirim Pratinjau.
  6. (Opsional) Aktifkan WhatsApp Autoresponder bila list terhubung ke WA Gateway (lihat panduan integrasi WhatsApp).
  7. Klik Buat Autoresponder.

Autoresponder siap berjalan otomatis.

Contoh Implementasi Autoresponder

1. Follow-Up Lead Magnet

Misal Anda punya List Lead:

  • Autoresponder 1 → Saat Bergabung
    (langsung dikirim saat subscriber masuk)
  • Autoresponder 2 → Setelah 1 Hari (24 jam)
  • Autoresponder 3 → Setelah 2 Hari (48 jam)

Cocok untuk edukasi, trust building, dan penawaran awal.

2. Evergreen Autoresponder

Misal untuk List All Data:

  • Setelah 1 Minggu
  • Setelah 2 Minggu
  • Setelah 1 Bulan

Cocok untuk konten jangka panjang tanpa harus blast ulang.

Cara Memastikan Berhasil

Daftar Autoresponder
Buka Kirim Email → Autoresponder. Autoresponder otomatis dikelompokkan berdasarkan list (bagian “Autoresponders by List”) dan diurutkan berdasarkan waktu trigger. Dari sini Anda bisa Jeda, Lanjutkan, Ubah, atau Hapus autoresponder.

Uji dengan subscriber percobaan
Daftarkan email Anda sendiri lewat form list tersebut. Untuk opsi Saat Bergabung, email pertama seharusnya segera masuk.

Statistik Autoresponder
Buka Statistik → Statistik Autoresponder. Halaman ini menampilkan:

  • Jumlah email terkirim
  • Open rate
  • Click rate
  • Statistik performa lainnya

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Kenapa subscriber hasil import tidak menerima autoresponder?

Import file tidak memicu autoresponder. Autoresponder hanya berjalan untuk subscriber yang masuk lewat form atau API/integrasi. Untuk subscriber hasil import, gunakan campaign.

Apakah email kedua dihitung dari email pertama?

Tidak. Semua autoresponder dihitung dari waktu subscriber join list. Jadi untuk email H+2, isi “Setelah 2 Hari”, bukan “Setelah 1 Hari” dari email sebelumnya.

Bisakah satu autoresponder dipakai untuk beberapa list?

Tidak. Satu autoresponder hanya untuk satu list. Buat autoresponder terpisah untuk setiap list.

Nama dan email pengirim diambil dari mana?

Dari setting list (From Name dan From Email). Ubah di pengaturan list bila perlu.

Kesimpulan

Autoresponder di Mailketing membantu Anda:

  • Mengirim email otomatis tanpa manual blast
  • Follow-up subscriber secara personal
  • Membangun funnel email yang rapi dan scalable
  • Meningkatkan open rate dan konversi

Fitur ini cocok untuk bisnis, edukasi, SaaS, lead magnet, dan evergreen marketing.

Video Tutorial

Video memakai tampilan lama. Menu Send Emails → Autoresponders kini bernama Kirim Email → Autoresponder, dan Statistics → Autoresponder Stats kini Statistik → Statistik Autoresponder.

Panduan Terkait

Apakah artikel ini membantu?

Masih butuh bantuan?

Tim support Mailketing siap membantu setup domain, SMTP, maupun integrasi API melalui WhatsApp atau email.

4 Responses

  1. Bagaimana caranya saya buat beberapa autoresponder untuk beberapa list dengan masing-masing auto responder 30 email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *