Bagaimana Cara kerja MLM?

Jika mendengar kata MLM, sebenarnya banyak yang sudah memiliki pandangan negatif terlebih dahulu. Hal ini tentu saja wajar karena di mata masyarakat, ia ibarat bisnis yang menipu para pengikutnya. Padahal jika memilih MLM yang terpercaya selama bertahun-tahun, Anda bisa mendapatkan bisnis yang tepat dan bisa mendapatkan keuntungan dari sana.

Citra MLM yang buruk lebih sering diciptakan oleh para pelaku yang tidak bertanggung jawab karena menggunakan narasi berbohong di berbagai media. Dengan demikian, masyarakat sudah kadung tidak percaya dengan MLM. Padahal bisnis ini sendiri sudah ada di sekitar pada awal dekade 2000an dan terus berkembang hingga detik ini.

Walaupun ada sentimen negatif, MLM tetap hidup sampai sekarang. Namun daripada hanya berburuk sangka, di bawah ini ada penjelasan rinci tentang apa itu MLM dan bagaimana prinsip kerjanya. Informasi ini bisa membuat Anda berubah pikiran dan mungkin saja malah berniat masuk ke bisnis ini.

Apa itu MLM?

MLM atau Multi-Level Marketing adalah sebuah strategi pemasaran yang membuat tenaga penjual tidak hanya bisa mendapatkan keuntungan dari penjualan yang berhasil mereka dapatkan, tetapi juga mendapatkan keuntungan penjualan dari tenaga penjual lain yang telah direkrut terlebih dahulu.

Cara kerja MLM

Tentu saja di dalam bisnis ini ada prinsip kerja yang harus dilakukan dan menjadi aturan atau koridor tersendiri di dalam bisnis ini untuk bisa mendapatkan keuntungan besar. Sebenarnya prinsip kerjanya mudah dimengerti namun akan butuh usaha besar untuk dilakukan.

Bisnis MLM biasanya menjual produk seperti obat-obatan hingga kecantikan. Dari sana, produk tersebut ditawarkan kepada orang-orang di sekitar tenaga penjual. Ya, bisnis ini lebih identik dengan pemasaran mulut ke mulut sehingga lebih bisa mendapatkan kepastian dalam penjualan.

Selain itu, yang akan sering digunakan di dalam bisnis MLM adalah sebutan up line dan down line. Up line adalah sebutan tenaga penjual yang memiliki bawahan yang disebut sebagai down line. Jadi bisa dibilang, up line adalah atasan dari down line. Dari down line, bisa juga menjadi up line jika ketika sudah punya bawahan.

Dari sebutan ini, bagaimana caranya Anda harus bisa mengajak orang sebanyak mungkin agar bisa mendapatkan keuntungan yang lebih besar sesuai penjelasan di bagian definisi MLM. Dengan sistem piramida, maka Anda akan mendapatkan keuntungan dari penjualan yang ada.

Share:

Facebook
Twitter
WhatsApp

Leave a Comment

Ilmu Bermanfaat

Lainnya

Apa Perbedaan Entrepreneur dan Intrapreneur?

Apa Itu Intrapreneur? Intrapreneur adalah pelaku utama dari kegiatan intrapreneurship, yaitu karyawan perusahaan dengan jiwa wirausaha. Seorang intrapreneur memiliki potensi untuk mengembangkan perusahaan seolah itu adalah

Mailketing by Regrow

PT. Digital Bertuah Nusantara
Jl. Mangga No. 94B
Pekanbaru - Riau
Indonesia

© 2022 mailketing.co.id All rights reserved. ‍

Dapatkan Materi Email Marketing Gratis !