Di era media sosial, endorse ada di mana-mana.
Dari story Instagram sampai video TikTok.
Selebriti dan influencer memegang produk.
Lalu mengajak audiens untuk membeli.
Bagi bisnis, endorse terlihat seperti jalan pintas.
Cepat dikenal, cepat ramai.
Namun, apakah hasilnya selalu sepadan dengan biayanya?
Belum tentu.
Apa Itu Endorse Sebenarnya?
Secara sederhana, endorse berarti dukungan.
Dalam pemasaran, ini adalah bentuk rekomendasi publik.
Influencer meminjamkan reputasinya.
Bisnis meminjam kepercayaan audiensnya.
π― Intinya adalah transfer kepercayaan
π― Bukan sekadar posting foto produk
π― Bukan cuma soal jumlah followers
Jika audiens percaya pada figur tersebut,
peluang produk Anda dilirik jadi lebih besar.
Mengapa Endorse Bisa Sangat Efektif?
Manusia cenderung percaya rekomendasi.
Terutama dari orang yang mereka ikuti setiap hari.
Endorse bekerja karena social proof.
βKalau dia pakai, mungkin memang bagus.β
π₯ Meningkatkan brand awareness cepat
π₯ Membuka pasar baru secara instan
π₯ Membantu validasi produk
Namun, efektivitas endorse tidak otomatis.
Strateginya harus tepat.
Jenis-Jenis Endorse yang Perlu Anda Tahu
Tidak semua endorse itu sama.
Pilih sesuai tujuan bisnis.
π° Paid Endorsement
Influencer dibayar sesuai tarif untuk promosi.
π Product Exchange (Barter)
Produk gratis ditukar dengan konten promosi.
π€ Brand Ambassador
Kerja sama jangka panjang dengan satu figur utama.
Setiap jenis punya kelebihan.
Dan juga risikonya.
Kesalahan Umum Saat Melakukan Endorse
Di sisi lain, banyak bisnis terjebak euforia.
Fokusnya hanya angka sesaat.
π Followers naik sebentar
π Penjualan meledak sesaat
π Lalu hilang begitu saja
Begitu kontrak selesai, audiens ikut pergi.
Algoritma berubah, jangkauan turun.
Akhirnya, Anda harus bayar endorse lagi.
Dan lagi.
Masalah Utama: Audiens Bukan Milik Anda
Media sosial adalah tanah sewaan.
Audiens influencer bukan aset Anda.
Jika tidak dikumpulkan, semuanya lewat.
Tanpa bekas.
Inilah mengapa endorse harus disambungkan ke list building.
Bukan berhenti di like dan views.
Maksimalkan Endorse dengan Strategi Mailketing
Agar endorse tidak sekadar bakar uang,
Anda perlu menangkap audiensnya.
Caranya sederhana, tapi sering diabaikan.
π§² Gunakan Landing Page Khusus
Arahkan trafik ke halaman pendaftaran email.
π Tawarkan Lead Magnet
Diskon, bonus, atau panduan gratis sebagai imbalan.
βοΈ Otomasi Follow-Up
Sambut audiens baru secara personal lewat email.
Dengan Mailketing, semua ini berjalan otomatis.
Bahkan setelah endorse selesai.
π― Hasilnya?
Audiens berubah jadi aset jangka panjang.
π Pelajari strategi list building dari hasil endorse di Mailketing
Kesimpulan
Endorse adalah alat yang kuat.
Tapi bukan fondasi bisnis.
Tanpa strategi lanjutan, hasilnya cepat hilang.
Tanpa database, Anda selalu mulai dari nol.
Menggabungkan endorse dan email marketing adalah langkah cerdas.
Viral boleh, tapi aset tetap milik sendiri.
π Siap Melakukan Endorse yang Lebih Cerdas?
Jangan biarkan trafik influencer lewat begitu saja.
π Mulai bangun database pelanggan Anda bersama Mailketing sekarang







