Dahulu, banyak bisnis menganut filosofi Product Centric: buat produk sebagus mungkin, lalu cari orang untuk membelinya. Pendekatan ini masih relevan di zamannya, ketika pilihan konsumen terbatas dan informasi tidak tersebar luas.
Namun hari ini, situasinya terbalik. Pelanggan bisa membandingkan harga, membaca ulasan, dan berpindah brand hanya dalam hitungan detik. Karena itu, pertanyaan pebisnis modern bukan lagi:
“Produk apa yang bisa saya jual?”
melainkan:
“Masalah apa yang sedang dihadapi pelanggan saya, dan bagaimana saya bisa membantu mereka?”
Di sinilah konsep Customer Centric menjadi kunci utama pertumbuhan bisnis jangka panjang.
Apa Itu Customer Centric?
Customer Centric adalah strategi dan budaya bisnis yang menempatkan pelanggan sebagai pusat dari setiap keputusan—mulai dari pengembangan produk, layanan, hingga pemasaran.
Dalam pendekatan ini, keberhasilan tidak hanya diukur dari:
- jumlah transaksi, atau
- omzet bulanan,
tetapi dari seberapa baik pengalaman pelanggan di setiap tahap perjalanan mereka (customer journey).
Bisnis customer centric memahami bahwa pelanggan bukan sekadar pembeli, melainkan aset jangka panjang.
Perbedaan Utama: Product Centric vs Customer Centric
| Karakteristik | Product Centric | Customer Centric |
|---|---|---|
| Fokus Utama | Fitur & kualitas produk | Solusi kebutuhan pelanggan |
| Tujuan | Volume penjualan tinggi | Nilai seumur hidup pelanggan (LTV) |
| Orientasi | Akuisisi pelanggan baru | Retensi pelanggan lama |
| Sumber Insight | Internal (tim & R&D) | Eksternal (suara pelanggan) |
| Ukuran Sukses | Produk laku | Pelanggan puas & loyal |
Mengapa Bisnis Harus Menjadi Customer Centric?
1. Meningkatkan Loyalitas Pelanggan
Pelanggan yang merasa dipahami dan diperlakukan secara personal akan:
- lebih setia,
- lebih jarang pindah ke kompetitor,
- tetap membeli meski harga Anda sedikit lebih tinggi.
2. Lebih Hemat Biaya Pemasaran
Berbagai riset menunjukkan bahwa mempertahankan pelanggan lama bisa 5x lebih murah dibanding mencari pelanggan baru. Customer centric membantu bisnis fokus pada retensi, bukan sekadar kejar traffic.
3. Mendapat Marketing Gratis (Word of Mouth)
Pelanggan yang puas cenderung:
- memberikan testimoni,
- merekomendasikan ke teman,
- membela brand Anda di media sosial.
Ini adalah bentuk pemasaran paling kredibel dan nyaris tanpa biaya.
4. Inovasi Lebih Tepat Sasaran
Alih-alih menebak-nebak kebutuhan pasar, bisnis customer centric membangun produk berdasarkan:
- keluhan pelanggan,
- feedback nyata,
- data perilaku konsumen.
Hasilnya: produk lebih relevan dan minim kegagalan.
Cara Menerapkan Strategi Customer Centric
1. Dengarkan Suara Pelanggan
Gunakan:
- survei kepuasan,
- review produk,
- komentar media sosial,
- email feedback.
Jangan hanya membaca, tapi tindak lanjuti.
2. Personalisasi Pengalaman
Hentikan pendekatan “satu pesan untuk semua”.
Contoh:
- rekomendasi produk berdasarkan pembelian sebelumnya,
- konten email sesuai minat,
- promo khusus pelanggan setia.
3. Fokus pada Layanan Purnajual
Customer centric tidak berhenti setelah transaksi. Pastikan:
- customer support mudah dihubungi,
- respon cepat,
- solusi jelas dan manusiawi.
4. Gunakan Data untuk Memahami Perilaku
Manfaatkan data seperti:
- histori pembelian,
- frekuensi transaksi,
- interaksi email atau website,
untuk memberikan pengalaman yang lebih relevan dan kontekstual.
Kesimpulan
Menjadi customer centric bukan berarti menuruti semua kemauan pelanggan, tetapi memiliki empati yang cukup untuk memberikan nilai terbaik bagi mereka.
Saat pelanggan merasa dimenangkan:
- mereka bertahan lebih lama,
- belanja lebih sering,
- dan membantu bisnis Anda tumbuh secara organik.
Singkatnya: ketika pelanggan menang, bisnis ikut menang.
Terapkan Pendekatan Customer Centric Lewat Mailketing
Salah satu cara paling nyata menunjukkan kepedulian adalah komunikasi yang personal dan konsisten.
Dengan Mailketing, Anda bisa:
- mengirim email otomatis yang dipersonalisasi,
- menyapa pelanggan di momen penting (ulang tahun, repeat order),
- mengirim survei kepuasan dan edukasi yang relevan.
Tunjukkan bahwa pelanggan Anda lebih dari sekadar angka di dashboard penjualan.
👉 [Bangun Hubungan Lebih Dekat dengan Pelanggan Anda Bersama Mailketing!]






