Apakah Anda merasa postingan media sosial sering tenggelam oleh algoritma? Sudah capek bikin konten tapi reach-nya naik turun tidak jelas?
Jika iya, sudah saatnya Anda beralih ke saluran yang lebih personal, stabil, dan bisa Anda kontrol sepenuhnya: Email Newsletter.
Newsletter memungkinkan Anda menyapa pelanggan langsung ke inbox mereka, tanpa tergantung algoritma media sosial. Anda bisa berbagi cerita, edukasi, hingga promo eksklusif dengan tingkat perhatian yang jauh lebih tinggi. Lalu, bagaimana cara membuatnya dengan benar? Ikuti panduan step-by-step berikut ini.
Langkah 1: Tentukan Tujuan Newsletter Anda
Sebelum menulis satu kata pun, Anda harus tahu tujuan utama newsletter yang akan dikirim.
Beberapa tujuan umum email newsletter:
- Mengarahkan trafik ke artikel blog terbaru
- Mengumumkan promo atau peluncuran produk
- Membangun branding lewat tips dan insight gratis
- Menjaga hubungan dengan pelanggan lama
Tips penting:
Newsletter yang efektif bukan hanya jualan, tapi memberikan nilai. Edukasi dulu, jualan menyusul.
Langkah 2: Kumpulkan Daftar Email (List Building)
Tanpa list email, newsletter tidak akan berjalan. Fokuslah pada pengumpulan email yang legal dan berkualitas.
Cara membangun email list:
- Pasang form subscribe di website atau landing page
- Gunakan popup dengan penawaran menarik
- Berikan insentif seperti:
- Ebook gratis
- Checklist
- Diskon khusus subscriber
Hindari membeli database email. Selain tidak efektif, cara ini berisiko tinggi masuk spam.
Langkah 3: Pilih Tool Email Marketing yang Tepat
Mengirim email massal tidak boleh menggunakan Gmail biasa. Email Anda berpotensi diblokir atau masuk spam.
Gunakan tool profesional seperti Mailketing.
Mengapa Mailketing?
- Hemat biaya untuk UMKM hingga bisnis besar
- Fitur lengkap: campaign, autoresponder, segmentasi
- Deliverability tinggi: fokus inbox, bukan spam
- Manajemen list rapi + auto clean subscriber pasif
Dengan tool yang tepat, newsletter Anda jauh lebih efektif dan aman.
Langkah 4: Tulis Subjek Email yang “Klik-able”
Subjek email menentukan dibuka atau tidaknya email Anda.
Gunakan formula berikut:
- Rasa penasaran:
“Kenapa newsletter ini bikin open rate naik 2x?” - Urgensi:
“Tinggal hari ini, diskon khusus subscriber!” - Manfaat langsung:
“3 cara sederhana menaikkan repeat order”
Tips:
Batasi subjek maksimal ±50 karakter agar tidak terpotong di layar HP.
Langkah 5: Desain dan Isi Konten Newsletter
Pastikan email nyaman dibaca dan mobile-friendly.
Hal yang wajib diperhatikan:
- Sapaan personal
Gunakan merge tag seperti:
Halo {{nama}} - Paragraf pendek & to the point
- Gambar secukupnya agar email ringan
- CTA jelas
Contoh:- Baca Selengkapnya
- Klaim Diskon
- Lihat Penawaran
Satu email = satu tujuan utama. Jangan membingungkan pembaca.
Langkah 6: Kirim dan Evaluasi Performa
Sebelum mengirim:
- Lakukan test email
- Cek typo dan link
- Pastikan tampil rapi di mobile
Setelah terkirim, evaluasi metrik di Mailketing:
- Open Rate → efektivitas subjek
- Click-Through Rate (CTR) → kualitas konten
- Unsubscribe Rate → relevansi isi email
Data ini membantu Anda meningkatkan performa newsletter berikutnya.
Kesimpulan
Membuat email newsletter bukan hal rumit, asalkan Anda:
- Punya tujuan yang jelas
- Fokus pada value, bukan spam
- Menggunakan tool yang tepat
Dengan konsistensi dan evaluasi rutin, newsletter bisa menjadi mesin penjualan dan branding jangka panjang untuk bisnis Anda.
Mulai Newsletter Pertama Anda Hari Ini Bersama Mailketing!
Saatnya membangun hubungan yang lebih dekat dengan pelanggan tanpa tergantung algoritma media sosial.
Dengan Mailketing, Anda bisa:
- Membuat newsletter profesional
- Mengirim email massal dengan aman
- Mengatur automasi tanpa ribet
- Memantau performa secara real-time
👉 [Daftar Mailketing Gratis dan Kirim Newsletter Pertama Anda Sekarang!]







