Tulisan “Diskon 50%” selalu menarik perhatian.
Pembeli senang, traffic naik, transaksi terasa ramai.
Namun, di balik itu ada risiko besar.
Jika salah hitung, diskon justru menggerus keuntungan.
Banyak bisnis terlihat laku, tapi keuangan stagnan.
Masalahnya bukan di diskonnya.
Masalahnya ada di perhitungannya.
Mari kita bahas cara menghitung diskon yang aman dan masuk akal.
Langkah Menghitung Diskon Agar Tidak Rugi
1️⃣ Ketahui Margin Keuntungan Bersih
Ini langkah paling krusial.
Anda harus tahu margin bersih per produk.
Bukan hanya harga beli.
Hitung juga biaya lain yang sering terlupakan.
Hal yang wajib masuk perhitungan:
📦 HPP produk
📮 Biaya pengemasan
💳 Biaya admin dan platform
Jika margin bersih Anda 20%,
diskon 25% jelas berbahaya.
2️⃣ Gunakan Strategi Mark-Up Harga (Opsional)
Sebagian bisnis menaikkan harga sebelum diskon.
Strategi ini sah, jika dilakukan dengan jujur.
Harga setelah diskon harus tetap rasional.
Jika tidak, kepercayaan pelanggan bisa turun.
Catatan pentingnya:
⚠️ Jangan membuat harga palsu
📊 Bandingkan dengan harga pasar
🤝 Jaga persepsi brand
3️⃣ Tentukan Batas Minimum Pembelian
Daripada diskon satu produk,
lebih aman menaikkan nilai transaksi.
Gunakan skema minimum pembelian.
Contoh yang sering efektif:
🎯 Potongan Rp20.000
🛒 Minimal belanja Rp150.000
📈 Nilai order meningkat
Strategi ini membantu menutup biaya diskon.
4️⃣ Hitung Biaya Akuisisi Pelanggan (CAC)
Diskon besar kadang wajar untuk pelanggan baru.
Anggap sebagai biaya marketing.
Namun, itu hanya masuk akal jika ada lanjutan.
Tanpa repeat order, diskon hanya jadi kerugian.
Yang perlu Anda pastikan:
🔄 Ada strategi pembelian ulang
📧 Ada sistem follow-up
💰 Ada potensi lifetime value
Rumus Sederhana Menghitung Diskon
Gunakan rumus dasar berikut:
Harga Akhir = Harga Asli − (Harga Asli × Persentase Diskon)
Contoh praktis:
Harga produk: Rp200.000
Diskon: 15%
Perhitungan:
Rp200.000 × 15% = Rp30.000
Harga akhir:
Rp200.000 − Rp30.000 = Rp170.000
Pastikan harga Rp170.000
masih di atas HPP dan biaya operasional.
Diskon Aman Butuh Distribusi yang Tepat
Namun, hitungannya saja tidak cukup.
Diskon harus sampai ke orang yang tepat.
Jika bocor ke publik, margin bisa rusak.
Di sinilah sistem berperan penting.
Mengoptimalkan Promosi Diskon dengan Mailketing
Mailketing membantu diskon tetap terkontrol.
Bukan cuma kirim promo, tapi menjaga profit.
Berikut penerapan strategisnya:
🎟️ Diskon Eksklusif via Email
Kode kupon hanya dikirim ke subscriber.
Diskon terasa spesial, bukan murahan.
⏰ Otomasi Pengingat (Urgency)
Email pengingat terkirim otomatis.
Dorong transaksi sebelum promo berakhir.
🎯 Segmentasi Pelanggan
Diskon pelanggan baru dan lama dibedakan.
Margin keuntungan lebih aman.
🎨 Template Email Profesional
Tampilan rapi meningkatkan kepercayaan.
Promo tidak terlihat seperti spam.
🎯 Hasilnya?
Diskon tetap menarik tanpa mengorbankan profit.
👉 Pelajari cara mengelola promo diskon lebih rapi dengan Mailketing di sini
Kesimpulan
Diskon bukan musuh bisnis.
Namun, diskon tanpa perhitungan adalah bencana.
Dengan strategi yang tepat,
diskon bisa meningkatkan omzet total.
Bukan sekadar menjual lebih murah.
Saat perhitungan matang dan promosi terkontrol,
diskon berubah dari risiko menjadi senjata.
Siap Memberikan Penawaran Spesial ke Pelanggan?
Jangan biarkan diskon Anda sia-sia.
Kelola database pelanggan dengan rapi.
Kirim promo secara personal dan otomatis.
🚀 Kelola promo diskon bisnis Anda bersama Mailketing sekarang






