6 Strategi Negosiasi Bisnis yang Ampuh

Strategi negosiasi bisnis harus dipersiapkan sebelumnya. Hal ini karena negosiasi bisnis bisa menjadi hal yang sangat tricky.

Anda harus bisa mendapatkan benefit setinggi-tingginya atau mendapatkan hal yang Anda mau dalam bernegosiasi bisnis. Namun, pihak yang Anda ajak negosiasi juga menginginkan hal yang sama.

Negosiasi terkadang seperti “perang” terselubung. Namun, Anda harus tetap tampak ramah di depan. Anda harus bersikap tegas, tetapi juga harus fleksibel.

Negosiasi bisnis adalah bagaimana Anda mendapatkan yang Anda inginkan, tetapi tetap menjaga hubungan baik dengan rekan atau klien bisnis.

Negosiasi bisnis memang penuh kontradiksi. Oleh karena itu, Anda harus memahami strategi negosiasi bisnis agar berhasil mencapai tujuan Anda.

Strategi Negosiasi Bisnis

Negosiasi bisnis bukanlah soal menang atau kalah. Tujuan yang hendak dicapai dalam negosiasi bisnis ialah menjalin hubungan yang saling menguntungkan.

Anda mendapatkan apa yang Anda mau. Begitu juga pihak lain mendapatkan keuntungan dari kerja sama bisnis tanpa Anda merasa dirugikan sama sekali.

Untuk mencapai tujuan tersebut, Anda harus mengembangkan sejumlah keterampilan negosiasi. Sering kali, ketika mendiskusikan kesepakatan soal harga, tawaran pertama selalu tidak sesuai dengan yang Anda inginkan.

Namun, jika Anda berkomitmen untuk bernegosiasi dengan kuat, Anda mungkin dapat sejumlah keuntungan dalam transaksi bisnis.

Dirangkum dari Master Class, setidaknya ada enam strategi negosiasi bisnis yang efektif digunakan dalam mencapai kesepakatan.

1. Win-Win Solution

Seperti yang disebutkan sebelumnya, tidak ada menang dan kalah dalam negosiasi bisnis. Maka dari itu, carilah win-win solution.

Hal yang perlu Anda pikirkan adalah tentang apa yang Anda inginkan dan apa yang diinginkan mitra Anda. Pikirkan pula apa yang tidak dimiliki oleh kedua belah pihak.

Kemudian, usulkan kesepakatan yang memenuhi kebutuhan kedua belah pihak dan menghasilkan keuntungan. Kedua belah pihak pun sama-sama merasa menang seusai kesepakatan terjadi.

2. Buka Negosiasi dengan Tawaran Tinggi atau Sebaliknya

Jika berposisi sebagai penjual, berikan tawaran harga tinggi. Lebih tinggi dari harga yang dapat Anda terima. Pada satu titik, harganya akan ditawar untuk turun.

BIla memberikan harga yang masuk akal sejak awal, Anda pun tetap akan diminta untuk menurunkan harga. Jadi, sebaiknya memang memasang tawaran tertinggi dahulu.

Jika bisnis Anda ternyata membutuhkan support dari bisnis lain, bernegosiasilah untuk meminta penurunan harga.

3. Tetapkan Tenggat Waktu untuk Penawaran Anda

Jika Anda yakin sudah membuat penawaran yang masuk akal, berikan tenggat waktu untuk kepada mitra negosiasimu untuk menerimanya atau tidak.

Tenggat waktu ini bukanlah harga mati. Mitra Anda mungkin malah akan memberikan penawaran balasan versi mereka. Namun, dengan menetapkan tenggat waktu, Anda memberi penegasan kepada mitra untuk serius.

4. Gunakan Cara Mirroring

Strategi negosiasi bisnis selanjutnya yaitu menggunakan cara mirroring untuk menunjukkan bahwa Anda memperhatikan lawan bicara. Mirroring adalah pengulangan kata kunci yang digunakan oleh mitra negosiasimu.

Mengulangi kata-kata penting yang baru saja diucapkan lawan bicara bisa sangat efektif. Secara tidak langsung mitra Anda berpikir bahwa Anda memperhatikan apa yang mereka katakan. Hal ini menunjukkan bahwa Anda memperlakukan pandangan mereka dengan pertimbangan cermat.

5. Kirim Petunjuk dengan Bahasa Tubuh

Bahasa tubuh dapat lebih “bersuara” ketimbang Anda menyatakan langsung pendapat Anda. Misalnya, jika Anda ditawari harga murah, Anda bisa menyentakkan tubuh.

Reaksi ini bisa mengomunikasikan pesan bahwa Anda tidak setuju dengan lebih mendalam ketimbang respons vokal apa pun. Mitra Anda pun akan mencoba menghitung ulang penawaran mereka.

6. Terimalah Alternatif Terbaik

Jika kedua belah pihak bersikukuh dengan posisi penawaran masing-masing, mencapai kesepakatan jadi agak mustahil. Jika kesepakatan memang harus terjadi, cobalah untuk menerima alternatif terbaik yang ditawarkan.

Share:

Facebook
Twitter
WhatsApp

Leave a Comment

Ilmu Bermanfaat

Lainnya

Apa Perbedaan Entrepreneur dan Intrapreneur?

Apa Itu Intrapreneur? Intrapreneur adalah pelaku utama dari kegiatan intrapreneurship, yaitu karyawan perusahaan dengan jiwa wirausaha. Seorang intrapreneur memiliki potensi untuk mengembangkan perusahaan seolah itu adalah

Mailketing by Regrow

PT. Digital Bertuah Nusantara
Jl. Mangga No. 94B
Pekanbaru - Riau
Indonesia

© 2022 mailketing.co.id All rights reserved. ‍

Dapatkan Materi Email Marketing Gratis !