Manfaat Memiliki Pesaing Dalam Berbisnis

Apa itu kompetitor? Dalam pengertian sederhananya, kompetitor adalah pesaing atau rival. Ketika Anda sedang berusaha meraih sesuatu, pesaing juga menginginkan hal yang sama. Kalian pun bertarung untuk mendapatkan hal tersebut.

Dalam dunia bisnis, keberadaan pesaing merupakan hal yang lumrah. Sekalipun Anda menawarkan produk atau jasa yang hanya ada satu-satunya di dunia, suatu hari akan muncul pesaing menawarkan hal sama.

Kompetitor bisa berarti baik atau buruk, tergantung dari Anda menilainya. Pesaing bisa menjadi ancaman atau menjadi benchmark untuk memperbaiki produk dan jasa yang Anda tawarkan.

Memiliki pesaing mungkin terdengar mengerikan, karena kita bukan satu-satunya di lini bisnis kita. Namun, kehadiran pesaing perlu dianggap sebagai tantangan. Nyatanya, terdapat sejumlah manfaat dengan kita memiliki rival di lini bisnis kita. Mari kita kupas bagaimana manfaat memiliki pesaing dalam berbisnis.

Manfaat Memiliki Kompetitor

Memiliki pesaing mungkin terdengar mengerikan, karena kita bukan satu-satunya di lini bisnis kita. Namun, kehadiran pesaing perlu dianggap sebagai tantangan. Nyatanya, terdapat sejumlah manfaat dengan kita memiliki rival di lini bisnis kita. Mari kita kupas bagaimana manfaat memiliki pesaing dalam berbisnis.

1. Manfaat Mengetahui Segmen Pasar Kompetitor

Segmentasi pasar merek Anda dengan rival bisnis Anda kemungkinan besar tidak berbeda jauh. Namun, akan ada banyak manfaat dari mempelajari target konsumen pesaing. Salah satunya, Anda bisa mempelajari strategi pemasaran mereka. Dari situ, Anda dapat membaca apakah strategi yang dilakukan oleh pesaing telah berhasil atau tidak.

Anda pun dapat memodifikasi strategi Anda agar lebih baik. Hal ini juga meminimalkan tenaga Anda untuk bereksperimen, karena sudah ada rival bisnis yang melakukannya terlebih dahulu. Dengan mempelajari segmen pasar pesaing, Anda pun bisa tahu ceruk pasar mana yang belum tersentuh oleh perusahaan lain.

Misalnya, kompetitor Anda fokus pada segmen umur 30-an ke atas, Anda bisa mencoba membangun ceruk pasar untuk umur 20-an.

2. Manfaat Mengetahui Pelanggan Kompetitor

Pelanggan memang berasal dari target konsumen, tetapi kedua kelompok ini tidak sama. Ketika membuat target konsumen, Anda menilai bahwa kelompok konsumen tertentu bisa cocok dengan produk atau jasa Anda.

Berbeda dengan pelanggan. Kelompok ini merupakan konsumen yang sudah menggunakan produk atau jasa dan merasa cocok dengannya. Lalu, apa manfaatnya mengetahui pelanggan pesaing? Anda bisa mempelajari preferensi pelanggan kompetitor Anda lalu membandingkannya dengan pelangganmu sendiri.

Meski pesaing memiliki segmentasi pasar yang sama dengan milik Anda, akan tetapi karakteristik pelanggannya belum tentu sama. Misalnya, perusahaan Anda dan pesaing menyasar segmen pasar umur 30-an. Namun, ternyata produk Anda lebih disukai pelanggan perempuan dan kompetitor sebaliknya.

Dari sini, Anda bisa mempelajari bagaimana rival bisnis menggaet pelanggan dari kelompok laki-laki umur 30-an. Penting pula untuk mengetahui berapa lama pelanggan kompetitor Anda bertahan menggunakan produk mereka. Anda bisa belajar dari kompetitor bagaimana menciptakan pelanggan yang loyal.

Jika ternyata tingkat retensi pelanggan pesaing rendah, Anda bisa mencari cara untuk menggaet pelanggan mereka agar pindah ke produk Anda. Memahami tingkat loyalitas pelanggan pesaing dapat membuat Anda menetapkan target yang realistis untuk perusahaan.

3. Manfaat Mengetahui Produk dan Layanan Kompetitor

Dengan mengetahui produk dan layanan kompetitor, Anda bisa memahami posisi Anda sendiri. Anda bisa mengevaluasi kelemahan dan kelebihan produk dengan membandingkannya terhadap punya pesaing. Dari evaluasi tersebut, Anda dapat meningkatkan produk dan layanan agar dapat bersaing dengan perusahaan lain di industri yang sama.

Dari segi proses bisnis, Anda pun bisa melakukan sejumlah efisiensi agar dapat memberikan harga terbaik. Ketika pesaing melakukan promosi produk dan layanan, Anda bisa mempelajari dan mengadopsi strateginya. Tentunya, dengan strategi yang lebih matang, tidak sekadar meniru.

Share:

Facebook
Twitter
WhatsApp

Leave a Comment

Ilmu Bermanfaat

Lainnya

Apa Perbedaan Entrepreneur dan Intrapreneur?

Apa Itu Intrapreneur? Intrapreneur adalah pelaku utama dari kegiatan intrapreneurship, yaitu karyawan perusahaan dengan jiwa wirausaha. Seorang intrapreneur memiliki potensi untuk mengembangkan perusahaan seolah itu adalah

Mailketing by Regrow

PT. Digital Bertuah Nusantara
Jl. Mangga No. 94B
Pekanbaru - Riau
Indonesia

© 2022 mailketing.co.id All rights reserved. ‍

Dapatkan Materi Email Marketing Gratis !