Banyak pemilik bisnis merasa sudah menjalankan email marketing.
Caranya sederhana: kirim email ke ribuan kontak, lalu berharap ada yang beli.
Namun, di sinilah masalahnya.
Tanpa analisis performa, Anda tidak pernah tahu email itu bekerja atau sekadar numpang lewat.
Lebih parah lagi, email bisa berakhir di folder spam tanpa disadari.
Sementara Anda mengira campaign sudah “jalan”.
Padahal, analisis performa bukan soal melihat angka besar.
Sebaliknya, ini soal membaca perilaku audiens secara jujur.
Dengan data yang tepat, Anda tahu apa yang disukai pelanggan.
Akhirnya, Anda bisa tahu alasan mereka klik, baca, lalu beli.
Metrik Utama dalam Analisis Performa Email Marketing
Untuk memahami apakah email Anda efektif, ada beberapa metrik kunci yang wajib diperhatikan.
Bukan untuk dipamerkan.
Namun, untuk dijadikan dasar pengambilan keputusan.
1️⃣ Open Rate (Tingkat Keterbukaan)
📬 Open Rate menunjukkan berapa banyak orang yang membuka email Anda.
Jika angkanya rendah, biasanya masalah ada di subject line.
Atau waktu pengiriman yang tidak relevan dengan rutinitas audiens.
Namun, jangan langsung menyalahkan tools.
Sering kali, pesannya memang tidak cukup menarik.
2️⃣ Click-Through Rate / CTR (Tingkat Klik)
🖱️ CTR mengukur berapa banyak penerima yang mengklik link di dalam email.
Di sisi lain, ini adalah indikator minat yang paling jujur.
Orang tidak akan klik jika kontennya tidak relevan.
CTR rendah biasanya bukan masalah desain.
Melainkan penawaran yang kurang “kena”.
3️⃣ Bounce Rate (Tingkat Pantulan)
🚫 Bounce Rate menunjukkan email yang gagal terkirim.
Angka ini sering diremehkan, padahal dampaknya serius.
Bounce tinggi bisa merusak reputasi domain Anda.
Selain itu, inbox provider bisa mulai “curiga”.
Akhirnya, email Anda makin sering masuk spam.
4️⃣ Unsubscribe Rate (Tingkat Berhenti Berlangganan)
👋 Unsubscribe Rate adalah alarm paling jujur dari audiens.
Jika banyak yang berhenti, berarti ada yang tidak beres.
Bisa karena frekuensi terlalu sering.
Atau kontennya tidak lagi sesuai ekspektasi.
Ini bukan kegagalan, tapi feedback gratis.
Cara Melakukan Analisis Menggunakan Mailketing
Melakukan analisis email marketing tidak harus ribet.
Anda tidak perlu export data lalu hitung manual.
Mailketing dirancang agar data bisa langsung dipahami.
Fokusnya bukan angka rumit, tapi insight yang bisa dieksekusi.
Bagaimana Mailketing Mempermudah Analisis Anda?
📊 Laporan Statistik Real-Time
Mailketing menampilkan data buka dan klik secara instan.
Anda bisa langsung tahu link mana yang paling menarik perhatian.
🔁 Evaluasi Efektivitas Autoresponder
Dengan autoresponder, Anda bisa melihat email ke berapa yang menghasilkan penjualan.
Ini membantu menyempurnakan alur pesan otomatis.
🧪 A/B Testing Sederhana di Classic Editor
Coba dua subject email berbeda tanpa ribet.
Gunakan versi dengan Open Rate tertinggi untuk campaign berikutnya.
🎨 Branding yang Terukur
Email Template Default membantu menjaga konsistensi visual.
Jika engagement naik, artinya tampilan memang memengaruhi kepercayaan.
Langkah Perbaikan Setelah Analisis
Setelah data terkumpul, langkah selanjutnya adalah bertindak.
Bukan menyimpan laporan, lalu lanjut kirim email yang sama.
🔥 Jika Open Rate Rendah
Perbaiki subject line.
Fokus pada manfaat atau rasa penasaran, bukan promosi kosong.
🎯 Jika CTR Rendah
Perjelas Call to Action.
Pastikan tombol terlihat dan tawarannya relevan.
🧹 Jika Bounce Rate Tinggi
Lakukan pembersihan database secara rutin.
Kontak mati hanya akan merugikan reputasi Anda.
🧩 Lakukan Segmentasi Audiens
Jangan kirim email yang sama ke semua orang.
Gunakan data klik untuk pesan yang lebih personal.
Kesimpulan
Analisis performa adalah kompas dalam email marketing.
Tanpanya, Anda hanya menebak arah.
Dengan memahami metrik utama, setiap email punya tujuan jelas.
Bukan sekadar terkirim, tapi mendorong aksi.
Selain itu, tools yang tepat akan menghemat banyak waktu.
Anda fokus ke strategi, bukan urusan teknis.
🎯 Langkah Selanjutnya?
Jika Anda ingin analisis email marketing yang praktis dan mudah dibaca,
👉 Pelajari cara memantau dan meningkatkan performa email Anda bersama Mailketing
🚀 Biarkan data bekerja, bukan sekadar perasaan






