Kalau kamu baru mulai email marketing, satu hal yang wajib kamu pahami sejak awal adalah ini:
👉 Tidak ada email marketing tanpa list (database).
Sesimpel itu logikanya.
Mau kirim email ke siapa kalau kamu belum punya data subscriber?
Karena itu, list building adalah pondasi utama sebelum ngomongin campaign, automation, atau jualan lewat email.
Di artikel ini, saya akan jelaskan flow paling simpel, realistis, dan terbukti efektif untuk membangun list dan menjalankan email marketing — tanpa ribet, tanpa teknis berlebihan.
Pondasi Awal yang Wajib Kamu Punya
Sebelum mulai, kebutuhan dasarnya hanya satu:
✅ Kamu sudah punya akun Mailketing
✅ Sender sudah diset (Simple Sender atau Whitelabel Sender)
Sudah.
Traffic mau dari mana? Bebas.
- Tebar konten di media sosial
- Clickbait “minat DM”
- Iklan Facebook / TikTok
- Grup WA / Telegram
Semua bisa. Traffic itu fleksibel.
Yang penting alur list building-nya benar.
Konsep Dasar: Lead Magnet
Untuk menarik orang mau ngasih email, kamu butuh lead magnet, misalnya:
- Ebook gratis
- Video tutorial
- Checklist
- Template
- Akses kelas gratis
Ingat:
Orang tidak akan isi email kalau tidak ada imbalannya.
Step Teknis List Building di Mailketing
Berikut alur teknis paling basic tapi powerful.
1. Buat List untuk Menampung Subscriber
List ini adalah “wadah” semua data subscriber kamu.
📘 Tutorial:
https://mailketing.co.id/docs/cara-membuat-list-di-mailketing/
2. Buat Autoresponder (On Joining)
Autoresponder ini yang akan:
- Mengirim email otomatis saat orang baru masuk list
- Menjadi “daging utama” dari strategi kamu
📘 Tutorial:
https://mailketing.co.id/docs/cara-membuat-autoresponder-simple-mode/
3. Buat Form untuk Input Data
Form ini yang akan diisi oleh calon subscriber.
📘 Tutorial:
https://mailketing.co.id/docs/cara-membuat-form-di-mailketing/
4. Pasang Form (Opsional)
- Kalau tidak punya website
👉 Gunakan link preview form, tinggal share - Kalau punya website / landing page
👉 Embed HTML Form
📘 Tutorial:
https://mailketing.co.id/docs/cara-implementasi-form-ke-website/
Support di:
- WordPress
- Blogger
- Scalev
- Dan platform lain yang support insert HTML
Setting Strategi yang Direkomendasikan (Paling Optimal)
Sekarang masuk ke bagian strateginya, bukan cuma teknis.
1. Gunakan Single Opt-in
- Double opt-in: MATIKAN
- Kita pakai single opt-in saja
Kenapa?
- Conversion lebih tinggi
- Data lebih cepat terkumpul
- Mailketing sudah punya filter bounce & disposable email
2. Matikan Thanks Email
- Send Thanks Email: OFF
- Kita akan pakai Autoresponder On Joining
Tujuannya:
- Semua value dikontrol dari autoresponder
- Flow lebih rapi dan konsisten
3. Jangan Taruh Link Download di Thank You Page
Ini penting banget.
❌ Jangan kasih link download ebook di halaman thank you
✅ Taruh link download di email autoresponder
Kenapa?
- Biar email benar-benar dibuka
- Biar orang tidak asal isi email
- Edukasi: “Cek email untuk akses bonus”
Strategi Lebih Brutal (Optional Tapi Sangat Efektif)
Kalau mau lebih optimal lagi, kamu bisa kombinasikan Email + WhatsApp.
Contoh di Autoresponder:
Untuk akses ebook lengkap, silakan chat ke WhatsApp berikut:
https://wa.me/628xxxx?text=Saya%20mau%20claim%20ebook%20xxx
Keuntungannya:
- Email dapat
- WhatsApp masuk
- User chat duluan → aman dari restrict
- Cocok buat warming WA marketing
Biar Tidak Manual: Pakai Chatbot / AI
Supaya tidak capek balas satu-satu:
- Pasang chatbot
- Auto-reply claim ebook
- Auto kirim link
Bisa pakai tools seperti BalasChat, dan sejenisnya 😄
Setelah List Jadi, Tinggal Scale
Kalau pondasi ini sudah jalan, kamu tinggal:
- Tambah autoresponder follow-up
- Blast momentum saat promo
- Launch produk tanpa ngulang kumpulin data
- Bangun asset database jangka panjang
Sekali kumpulin → bisa di-follow up berkali-kali.
Penutup
Dengan flow sederhana ini, kamu sudah punya:
- Sistem list building
- Email automation
- Aset database milik sendiri
Jadi setiap kali kamu posting:
“Minat comment”
“Minat DM”
Itu tidak hilang begitu saja, karena:
- Datanya masuk
- Bisa difollow up
- Bisa dimonetisasi berkali-kali
Simple, tapi jitu.





