Hati-Hati Masuk Spam! Pentingnya Mengelola Link Email

Dalam email marketing, konten menarik saja tidak cukup.
Masalah utamanya adalah apakah email Anda benar-benar sampai ke Inbox.

Namun, banyak bisnis melewatkan satu detail krusial.
Yaitu cara mengelola link di dalam email.

Provider email seperti Gmail, Yahoo, dan Outlook sangat sensitif terhadap link.
Sedikit saja terdeteksi mencurigakan, email bisa langsung nyasar ke spam.

Di sinilah banyak kampanye email gagal tanpa sadar.
Bukan karena copywriting buruk, tapi karena link yang “salah pakai”.

Menariknya, brand besar dan marketplace besar hampir tidak pernah sembarangan menaruh link.
Mereka punya pola yang konsisten dan disiplin.

Sekarang, mari kita bongkar aturannya.


3 Aturan Utama Mengelola Link agar Email Tetap Inboxing

1️⃣ Jangan Pernah Gunakan Link Shortener

Link pendek memang terlihat rapi.
Namun, bagi email provider, itu justru tanda bahaya.

Layanan shortener sering dipakai spammer untuk menyamarkan tujuan link.
Akibatnya, reputasinya sudah buruk sejak awal.

Risikonya sederhana.
Email Anda ikut “kena getah” meskipun kontennya valid.

Solusi paling aman adalah ini:

  • 🚫 Hindari bit.ly, s.id, tinyurl, dan sejenisnya
  • ✅ Gunakan URL asli dari domain Anda
  • 🎯 Pakai UTM Parameter untuk tracking klik

Shortener masih boleh dipakai.
Namun, simpan untuk media sosial, bukan email marketing.


2️⃣ Hindari Redirect Link yang Tidak Perlu

Redirect adalah URL yang mengarah ke URL lain.
Di mata sistem spam filter, ini patut dicurigai.

Masalah ini sering muncul tanpa disadari.
Contohnya, link http yang otomatis dialihkan ke https.

Atau link affiliate yang melewati banyak lapisan redirect.
Semakin panjang jalurnya, semakin tinggi risikonya.

Solusi praktisnya sederhana:

  • 🎯 Gunakan link tujuan akhir
  • 🔐 Arahkan langsung ke halaman login, bukan halaman member
  • 🧹 Rapikan struktur URL sebelum dikirim

📌 Catatan khusus pengguna Mailketing:
Tracking link di Campaign dan Autoresponder sudah aman.
Namun, jika Anda memakai SMTP atau API, hindari shortener dan redirect berlapis.

Ini penting karena jalur tersebut tidak memiliki click tracking otomatis.


3️⃣ Katakan Tidak pada Naked Link

Naked link adalah URL yang ditampilkan utuh.
Contohnya: https://zoom.us/j/123456.

Untuk email personal atau transaksional, ini masih aman.
Namun, untuk email marketing massal, ini berbahaya.

Sekali saja link tersebut dilaporkan sebagai spam, reputasinya bisa rusak.
Dan dampaknya bersifat jangka panjang.

Email berikutnya bisa langsung masuk spam, meski kontennya bersih.

Solusi paling aman adalah:

  • 🔗 Gunakan hyperlink dengan anchor text
  • 🎯 Pakai CTA yang jelas dan relevan
  • 💬 Fokus ke ajakan, bukan ke URL

Contoh anchor text yang aman:

  • 👉 Klik di sini
  • 👉 Daftar sekarang
  • 👉 Baca artikel lengkap

Tips Tambahan: Mengelola Branding dan Kontak di Footer

Footer sering dianggap bagian “formalitas”.
Padahal, justru di sinilah banyak email gagal inboxing.

Branding Website

Kesalahan yang sering terjadi:

  • ❌ Menulis https://domainanda.com (naked link)
  • ❌ Menulis domain, tapi diberi hyperlink berbeda

Ini bisa terbaca mencurigakan oleh sistem Gmail.
Terutama jika ada tracking link di baliknya.

Cara yang lebih aman:

  • ✅ Tulis nama domain saja
  • ✅ Jangan tambahkan http://
  • ✅ Jangan diberi hyperlink

Provider email modern sudah cukup pintar.
Tulisan domain tetap bisa diklik tanpa risiko tambahan.


Kontak Email

Banyak email marketing masih menggunakan mailto:.
Sayangnya, ini berpotensi dianggap phishing.

Solusi yang lebih aman:

  • 📩 Tulis alamat email secara polos
  • 🚫 Hindari mailto: pada email marketing
  • 🔒 Kurangi elemen yang bisa dianggap manipulatif

Sederhana, tapi dampaknya besar untuk reputasi email Anda.


Kesimpulan

Jika open rate tiba-tiba turun, jangan langsung menyalahkan copywriting.
Sering kali, masalahnya ada di link yang Anda gunakan.

Link dengan reputasi buruk adalah “penyakit kronis” email marketing.
Sekali terkena, efeknya bisa panjang.

Dengan pengelolaan link yang benar, reputasi domain tetap sehat.
Dan inboxing bisa terjaga dalam jangka panjang.


🎯 Ingin memastikan email Anda konsisten masuk Primary Inbox?
👉 Pelajari bagaimana sistem SMTP Mailketing menjaga reputasi pengiriman email.
🚀 Optimalkan inboxing Anda dengan infrastruktur yang memang dirancang untuk itu.

Powered by Mailketing