Kenapa saya menyebut Tripwire Marketing sebagai strategi “killer”?
Karena strategi ini bisa digunakan di hampir semua jenis bisnis, terutama untuk brand yang:
- Belum terkenal
- Belum punya kredibilitas kuat
- Tapi ingin menjual produk bernilai tinggi
Mari jujur.
Bagaimana mungkin orang langsung percaya membeli produk jutaan rupiah dari Anda, jika:
- Mereka baru pertama kali kenal Anda
- Brand Anda belum punya nama
- Testimoni belum banyak
Jawabannya: mereka tidak akan percaya.
Dan di sinilah Tripwire Marketing berperan sebagai jembatan paling rasional antara orang asing dan pembeli loyal.
Memahami Konsep “Mahal” dalam Mindset Market
Misalnya produk utama Anda seharga Rp1.500.000.
Bagi market awam, ini bukan angka kecil. Mereka butuh:
- Trust
- Pengalaman
- Bukti kualitas
Dalam konsep Tripwire, produk “murah” idealnya berada di kisaran 10x lebih rendah dari produk utama.
Artinya:
- Produk utama: Rp1.500.000
- Produk Tripwire: ± Rp150.000
Catatan penting:
Jika harga Rp150.000 masih dianggap mahal oleh target market Anda, maka masalahnya bukan di produknya—tapi di market-nya.
Salah market = penawaran mental (bounce), sekeras apa pun Anda jualannya.
Mengapa Bukan Lead Magnet Gratisan?
Mungkin Anda bertanya:
“Kenapa tidak pakai e-book gratis atau lead magnet gratis saja?”
Secara teori, lead magnet gratis memang menarik.
Tapi realitanya?
- Gratis = sering dianggap tidak bernilai
- Di-download, tapi tidak dibaca
- Masuk email list, tapi tidak peduli
Itulah kenapa saya pribadi lebih memilih sharing berbayar meskipun murah.
Hasilnya:
- Trafik lebih berkualitas
- Open rate email lebih tinggi
- Audience benar-benar mengonsumsi konten
Di Mailketing sendiri, bahkan tersedia fitur Auto Clean List: subscriber yang tidak pernah membuka atau merespons email akan terhapus otomatis. Fokus hanya pada audience yang serius.
Konsep Inti Tripwire Marketing: Ubah Lead Menjadi Pembeli
Untuk orang yang belum mengenal Anda, jangan langsung jual produk mahal.
Mulailah dengan produk murah (Tripwire).
Tujuan utamanya bukan profit besar, tapi:
1. Membuat Pembelian Pertama
Begitu seseorang membayar (meski kecil), statusnya berubah:
- Dari penonton
- Menjadi pembeli
2. Tanpa Beban Psikologis
Harga murah membuat mereka berpikir:
“Kalau tidak cocok, ya sudah.”
Tidak ada rasa penyesalan.
3. Membangun Kepercayaan Cepat
Jika produk murah Anda:
- Relevan
- Berkualitas
- Memberi hasil
Maka menjual produk 10x lebih mahal akan terasa jauh lebih mudah.
Tips penting:
Ambil lead magnet gratis Anda → tambahkan value → kemas ulang → jadikan produk murah.
Murah boleh, murahan jangan. Reputasi Anda dipertaruhkan.
Contoh Kasus: E-course Lead Generation Teknis
Dulu, saya merilis e-course seharga Rp97.000.
Itu adalah produk Tripwire saya.
Karena:
- Murah untuk market-nya
- Solutif
- Spesifik
Penjualannya sangat cepat dan konsisten.
Setelah mereka merasakan manfaatnya, barulah saya menawarkan:
- Upsell
- Cross-sell
Dengan harga maksimal 10x lipat dari produk awal.
Sekarang?
E-course tersebut justru naik kelas menjadi produk utama, karena materinya memang sudah sangat layak.
Rahasia “Non-Budget Promosi”
Ini bagian paling menarik dari Tripwire Marketing.
Dengan harga Tripwire di kisaran Rp97.000 – Rp150.000, Anda bisa:
- Menjalankan Facebook Ads
- Menjalankan Google Ads
Dan biaya iklan dibayar oleh penjualan Tripwire itu sendiri.
Artinya:
- Akuisisi pelanggan = hampir Rp0
- Profit sesungguhnya diambil saat upsell produk utama
Ini yang disebut:
Self-liquidating offer
Kekurangan dan Tantangan Tripwire Marketing
Tidak ada strategi sempurna. Tripwire juga punya tantangan:
1. Butuh Kreativitas Produk
Anda harus berpikir:
- Produk murah apa yang relevan?
- Bisa PLR? Bisa.
- Bisa produk fast-moving? Bisa.
Yang penting: searah dengan produk inti.
2. Funnel Lebih Panjang
Semakin mahal produk utama, semakin panjang jenjangnya.
Contoh funnel:
- Rp100rb
- Rp1jt
- Rp3,5jt
- Rp7,5jt
- Rp15jt
Ini bukan ribet—ini strategi closing bertahap.
Kesimpulan: Marketing adalah Seni
Semua brand besar memulai dari transaksi kecil.
Tidak ada yang langsung dipercaya menjual produk mahal tanpa proses.
Marketing adalah seni, dan seni butuh:
- Latihan
- Eksperimen
- Praktik langsung
Belajar tanpa praktik hanya akan membuat Anda makin bingung, bukan makin jago.
Automasi Jangka Panjang dengan Mailketing
Ingin sistem Tripwire Anda berjalan otomatis, bahkan saat Anda tidur?
Anda butuh:
- Autoresponder
- Segmentasi email
- Follow-up jangka panjang
Di Mailketing, semua itu bisa dijalankan tanpa ribet.
Bahkan di ecourse Intensive List Building, saya membahas cara menyusun email automation yang bisa bekerja bertahun-tahun.







4 thoughts on “Tripwire Marketing: Strategi “Killer” untuk Melejitkan Penjualan bagi Brand yang Belum Terkenal”
Kalau untuk jual produk non digital biasanya orang lebih paham harga kalau harga terlalu di up, smestinya orang pada tahu seperti jual elektronik dll, harga sudah ada range pasar kali ya
kalo mark up harga itu sih beda kasus sih om,.,
karena kadang harga kan banyak juga,.,brandnya,.,supportnya, garansinya,,.kualitasnya,.,
.
kalo diluar itu, ya kita tripwire dengan item lebih murah aja, maksudnya biar orang transaksi duluan aja.
jadi bukan jualannya, tapi produk terdepan yang jadi tombak di push cost promosinya,.
.
misalkan jual camera,.,
tak jualin memorycard atau lighting, atau mic di materi promosi.
.
yang penting akuisisi market dulu.
jadi disana kita bisa nunjukin pelayanan kita, kecepatan pengiriman, dan sebagainya.
sehingga orang nyaman, percaya, dan terikat dengan kita, disitu manfaat list building sih.
.
baru jualin produk-produk yang harganya naik, seperti camera, lensa, dan lainnya.
.
kalo di marketplace, orang-orang biasanya jualan produk recehan,.demi,.bintang 5, atau rating,.,sama aja jatuhnya,., 😀
Bos sy gak tahu sama sekali tentang computer tolong berikan pelajaran yg gampang dimengerti dan saya belum punya web
mungkin saran pertama lebih baik untuk belajar komputer terlebih dahulu,.,
dan lebih baik di dampingi, bisa dengan anak,.atau di tempat-tempat les bos,., 😀