Banyak pebisnis merasa frustrasi.
Traffic sudah datang, tapi penjualan tetap seret.
Masalahnya sering sederhana.
Anda mencoba “menikah” di kencan pertama.
Namun, dalam dunia marketing, orang tidak langsung beli.
Ada proses psikologis yang harus dilewati.
Proses ini dikenal sebagai Marketing Funnel atau corong pemasaran.
Jika Anda paham tahapannya, pesan Anda jadi relevan.
Waktu penyampaiannya tepat.
Dan hasilnya lebih terukur.
Mari kita bedah pelan-pelan.
Apa Itu Marketing Funnel?
Marketing funnel adalah peta perjalanan calon pembeli.
Dari belum kenal sama sekali, sampai akhirnya percaya dan membeli.
Di sisi lain, funnel membantu Anda berhenti menebak-nebak.
Anda tahu harus bicara apa, ke siapa, dan kapan.
Model paling populer adalah AIDA.
Awareness, Interest, Desire, Action.
Empat tahap.
Satu alur logis.
4 Tahapan Utama Marketing Funnel (AIDA)
1️⃣ Awareness — Orang Mulai Sadar
Ini tahap paling atas.
Top of the Funnel.
Calon pelanggan baru sadar dua hal.
Mereka punya masalah.
Atau mereka baru tahu brand Anda ada.
🎯 Tujuan utama: menarik perhatian.
🔥 Strategi yang relevan:
- 📘 Konten edukasi di blog
- 🎥 Video tips atau tutorial
- 📢 Iklan media sosial berbasis masalah
Namun, jangan jualan di sini.
Fokuslah bikin mereka merasa, “Oh, ini gue banget.”
2️⃣ Interest — Mulai Tertarik dan Membandingkan
Setelah sadar, mereka ingin tahu lebih jauh.
Mereka mulai kepo.
Di tahap ini, kepercayaan mulai dibangun.
Dan data mulai dikumpulkan.
🎯 Tujuan utama: membangun trust dan lead.
💎 Strategi yang efektif:
- 📥 E-book atau checklist gratis
- 🎓 Webinar edukatif
- 🎁 Kupon diskon sebagai pemicu
Selain itu, ini saat yang tepat mengunci kontak.
Tanpa data, funnel Anda rawan bocor.
3️⃣ Desire — Niat Beli Sudah Ada
Mereka sudah tertarik.
Masalahnya jelas.
Solusinya terlihat.
Namun, mereka masih ragu.
“Ini beneran cocok buat gue?”
🎯 Tujuan utama: meyakinkan pilihan mereka.
🚀 Strategi yang bekerja:
- 🗣️ Testimoni pelanggan nyata
- 📊 Studi kasus sebelum–sesudah
- 🧩 Demo produk yang transparan
Di tahap ini, logika dan emosi harus jalan bareng.
4️⃣ Action — Keputusan Terjadi
Ini momen krusial.
Satu klik terakhir.
Jika proses ribet, mereka kabur.
Jika terlalu lama mikir, mereka lupa.
🎯 Tujuan utama: memudahkan transaksi.
⚡ Strategi pendorong aksi:
- ⏰ Penawaran terbatas (FOMO)
- 🚚 Gratis ongkir
- 💳 Metode pembayaran lengkap
Akhirnya, pembelian pun terjadi.
Mengapa Marketing Funnel Tanpa Email Itu Bocor?
Banyak bisnis jago datangkan traffic.
Namun, setelah itu audiens dilepas begitu saja.
Akibatnya, mereka lupa.
Atau lebih parah, diambil kompetitor.
Email marketing adalah perekat funnel.
Tanpa email, Anda kehilangan kontrol.
Bagaimana Mailketing Mengelola Funnel Secara Otomatis?
Mailketing membantu funnel bekerja tanpa ribet.
Di setiap tahap, perannya jelas.
✨ Di Tahap Interest:
- 📝 Form Mailketing menangkap email otomatis
- 🎁 Lead magnet langsung terkirim
✨ Di Tahap Desire:
- 📧 Autoresponder kirim edukasi bertahap
- 🗂️ Testimoni dan value dikirim terjadwal
✨ Di Tahap Action:
- 🔔 Email reminder untuk yang belum bayar
- ⏳ Pesan FOMO tanpa terlihat maksa
✨ Setelah Action:
- 🙏 Email ucapan terima kasih
- 🔄 Upselling dan repeat order otomatis
🎯 Hasilnya?
Funnel tetap rapat.
Dan pelanggan tidak merasa dikejar.
👉 Pelajari cara kerja sistemnya di Mailketing sekarang
Kesimpulan: Funnel Bukan Teori, Tapi Sistem
Marketing funnel adalah peta jalan.
Bukan sekadar istilah keren.
Dengan tahu posisi audiens, Anda berhenti memaksa.
Sebaliknya, Anda membimbing.
Pelan.
Logis.
Dan konsisten.
Akhirnya, transaksi terjadi dengan sukarela.
Siap Membangun Funnel yang Tidak Bocor?
Jangan biarkan trafik mahal Anda menguap.
Kunci audiens di setiap tahap funnel.
🚀 Bangun sistem marketing funnel otomatis Anda bersama Mailketing
👉 Mulai dari sekarang, bukan nanti.







