Ada beberapa layanan website donasi yang pakai Mailketing.
Dan dari beberapa kali diskusi + sharing langsung, ada pola menarik yang sebenarnya sering terlewat.
Email marketing di website donasi itu bukan soal jualan.
Lebih ke:
- amanah
- trust
- rasa dihargai sebagai donatur
Di artikel ini, saya share tips + review pemanfaatan email marketing yang relevan untuk website donasi.
Pemanfaatan Awal: Email Transaction (Wajib & Sudah Umum)
Secara keseluruhan,
rata-rata website donasi sudah benar di tahap ini.
Biasanya email dipakai untuk:
- Invoice otomatis saat donasi dibuat
- Notifikasi pembayaran berhasil (paid / sukses)
Ini masuk kategori email transactional.
Dan fungsinya bukan promosi, tapi konfirmasi & kejelasan proses.
📌 Catatan penting:
Email transactional ini tidak boleh gagal kirim, karena menyangkut kepercayaan donatur.
Pemanfaatan Email untuk Report Penyaluran Donasi
Nah, ini bagian yang sering diremehkan.
Donasi itu bukan jual beli barang.
Ini soal amanah.
Memang, secara digital:
- Laporan penyaluran dana biasanya ada di website
- Bisa dicek kapan saja
Tapi kenyataannya:
👉 Gak semua donatur rutin buka website.
Di sinilah email berperan besar.
Kenapa Email Report Penting?
- Donatur merasa dilibatkan
- Membangun trust jangka panjang
- Donatur merasa donasinya bermanfaat & tepat sasaran
Mengirim email report penyaluran donasi ke member / donatur:
✔ Bukan spam
✔ Bukan jualan
✔ Tapi bentuk pertanggungjawaban
Dan ini jangan sampai di-skip.
Pemanfaatan Email untuk Reminder (Soft, Bukan Maksa)
Sering dengar kalimat:
“Target kami bukan sales, target kami sosial.”
Dan itu benar.
Yang membedakan bukan caranya,
tapi bahasanya.
Contoh Pendekatan Reminder
Bukan:
Ayo donasi sekarang!
Tapi:
Sekadar mengingatkan Bapak/Ibu,
jangan lupa kewajiban zakat fitrah karena zakat fitrah adalah…
Lalu di bagian akhir:
Jika ingin menyalurkan zakat fitrah secara online dan amanah,
silakan melalui platform kami.
Ini soft selling.
Dan jauh lebih manusiawi.
Pemanfaatan Email untuk Marketing (Bangun Loyal Donatur)
Di website donasi:
❌ Kita gak bahas repeat order
✔ Kita bahas loyal donatur
Biasanya, satu website donasi:
- Punya banyak campaign
- Banyak kegiatan sosial
Kalau cuma satu campaign saja,
jujur lebih masuk akal nebeng platform besar seperti Kitabisa.
Tips Blast Campaign Donasi (Biar Gak Dianggap Sales)
1. Jaga intensitas
Cukup 1 kali dalam 1 bulan.
Biar donatur:
- gak ngerasa dikejar
- gak capek
- gak ilfeel
2. Gunakan Step Link untuk Segmentasi Minat
Di dalam email blast:
- Pasang step link
- Yang klik campaign X → masuk list X
Hasilnya:
✔ Follow-up lebih relevan
✔ Database utama tetap aman
✔ Gak ganggu donatur lain
Jangan Lupa: Unsubscribe & Auto Clean List
Ini penting dan sering diabaikan.
Pastikan:
- Link unsubscribe selalu ada
- Fitur auto clean list aktif
Kenapa?
Karena:
- Donatur berhak nyaman
- Donatur berhak memilih
- Terlalu memaksa = feedback negatif
Dan dampaknya bukan cuma ke email deliverability,
tapi juga brand donasi kamu.
Etika Copywriting Email untuk Website Donasi
Ini bagian paling sensitif.
Banyak feedback negatif muncul karena:
- Terlalu mengeksploitasi kemalangan
- Narasi terlalu memaksa
- Terlihat “kok kayak cari duit?”
Padahal niatnya baik.
Prinsip Copywriting Email Donasi
- Bahasa harus halus
- Empatik, bukan dramatis
- Informatif, bukan manipulatif
- Fokus pada dampak, bukan air mata
👉 Hindari stigma negatif.
👉 Bangun kepercayaan, bukan tekanan.
Penutup
Email marketing untuk website donasi:
- Bukan alat sales
- Tapi alat komunikasi
- Alat transparansi
- Alat membangun amanah
Kalau digunakan dengan:
✔ etika
✔ bahasa yang tepat
✔ segmentasi yang rapi
Email justru jadi aset terbesar dalam menjaga hubungan dengan donatur.






