Kerja sama dengan akun besar di media sosial terasa menggoda.
Followers banyak, exposure cepat, hasil terlihat instan.
Namun, saat mulai eksekusi, Anda akan dihadapkan pada dua pilihan.
Paid Promote atau Endorse.
Sekilas mirip, tapi dampaknya sangat berbeda.
Salah pilih strategi bisa bikin anggaran habis tanpa konversi.
Mari kita bedah perbedaannya secara logis dan praktis.
Apa Itu Paid Promote?
Paid Promote adalah jasa promosi berbayar.
Anda membayar pemilik akun untuk mengunggah konten iklan.
Konten biasanya sudah Anda siapkan sendiri.
Cara kerjanya sederhana:
π’ Anda kirim materi promosi
ποΈ Akun memposting sesuai jadwal
π Audiens melihat sebagai iklan
Karakteristik Paid Promote:
π§Ύ Konten disediakan oleh penjual
β‘ Proses cepat dan praktis
πΈ Biaya relatif terjangkau
Namun, ada catatan penting.
Paid Promote sering terasa seperti iklan biasa.
Akibatnya, audiens mudah melewati tanpa interaksi.
Apa Itu Endorse?
Endorse bekerja dengan pendekatan berbeda.
Anda memberikan produk atau layanan ke influencer.
Mereka mencoba, lalu bercerita dengan gaya sendiri.
Prosesnya lebih natural di mata audiens.
Ciri khas endorse:
π₯ Konten dibuat oleh influencer
π£οΈ Bahasa terasa personal
π€ Social proof lebih kuat
Namun, ada konsekuensinya.
Biaya cenderung lebih tinggi.
Selain itu, Anda tidak memegang kendali penuh atas pesan.
Perbedaan Utama Paid Promote dan Endorse
Agar tidak makin bingung, lihat perbandingan berikut:
π₯ Paid Promote
π Konten: dari brand
π Kesan: iklan formal
π Fokus: jangkauan (reach)
π Biaya: lebih hemat
π Endorse
π Konten: dari influencer
π Kesan: rekomendasi personal
π Fokus: kepercayaan & konversi
π Biaya: relatif lebih mahal
Pilihan terbaik bergantung pada tujuan bisnis Anda.
Kesalahan Umum Setelah Paid Promote atau Endorse
Namun, ada masalah yang sering terjadi.
Traffic datang, lalu hilang begitu saja.
Likes naik, views ramai, tapi penjualan stagnan.
Ini bukan salah influencer.
Masalahnya ada di sistem lanjutan.
Mengamankan Trafik Promosi dengan Mailketing
Mailketing membantu Anda menangkap hasil promosi.
Bukan cuma exposure, tapi aset jangka panjang.
Berikut strategi praktisnya:
π₯ Menangkap Database Pengunjung
Arahkan traffic ke link voucher atau bonus.
Email mereka disimpan sebagai aset bisnis.
π Otomasi Follow-Up (Autoresponder)
Email sambutan terkirim otomatis.
Momentum ketertarikan tidak terbuang.
π¨ Branding yang Selaras
Email tampil profesional dan konsisten.
Citra brand tetap kuat setelah endorse.
π Mengukur Efektivitas Campaign
Lihat promosi mana yang paling konversi.
Keputusan berikutnya berbasis data.
π― Intinya?
Influencer menarik perhatian.
Sistem mengubahnya jadi pelanggan.
π Pelajari cara mengelola hasil promosi influencer dengan Mailketing di sini
Kesimpulan
Paid Promote cocok untuk awareness cepat.
Endorse unggul untuk membangun kepercayaan.
Keduanya sah dan efektif jika tujuannya jelas.
Namun, jangan berhenti di likes dan views.
Tanpa sistem database, promosi hanya jadi biaya.
Dengan sistem yang tepat, promosi berubah jadi aset.
Ingin Hasil Promosi Anda Bertahan Lebih Lama?
Jangan biarkan traffic influencer menguap.
Bangun database pelanggan Anda sendiri.
Kelola komunikasi bisnis secara otomatis dan rapi.
π Kelola database hasil promosi Anda bersama Mailketing sekarang






