Menurut legenda periklanan David Ogilvy,
“Rata-rata, lima kali lebih banyak orang membaca headline dibandingkan isi teksnya.”
Artinya sederhana tapi menyakitkan:
jika headline Anda lemah, 80% usaha konten Anda terbuang percuma.
Headline bukan sekadar judul. Headline adalah janji yang Anda berikan kepada pembaca.
Di tengah banjir konten di email, media sosial, dan mesin pencari, Anda hanya punya kurang dari 3 detik untuk menghentikan jempol audiens agar mau mengklik.
Kabar baiknya, headline bisa dipelajari. Mari kita bahas jenis-jenis headline yang terbukti efektif meningkatkan klik (CTR).
Jenis-Jenis Headline dan Contohnya
1. Direct Headline (Langsung ke Sasaran)
Headline ini lugas, jelas, dan tanpa basa-basi.
Cocok untuk promo, diskon, atau penawaran yang sudah kuat nilainya.
Contoh:
“Diskon 50% untuk Semua Produk – Hari Ini Saja!”
Kapan digunakan?
- Promo terbatas
- Landing page penjualan
- Email campaign hard selling
2. Indirect Headline (Bikin Penasaran)
Headline ini tidak menjelaskan semuanya di awal.
Ia memanfaatkan curiosity gap agar pembaca terdorong untuk mengklik.
Contoh:
“Cara Rahasia Meningkatkan Omzet Tanpa Iklan Berbayar.”
Kapan digunakan?
- Konten edukasi
- Artikel blog
- Email nurturing
3. News Headline (Berita / Pengumuman)
Memberi kesan baru, penting, dan harus segera diketahui.
Contoh:
“Akhirnya! Fitur Automasi Terbaru Mailketing Resmi Diluncurkan.”
Kapan digunakan?
- Launching fitur
- Update produk
- Pengumuman resmi
4. How-To Headline (Panduan Praktis)
Jenis headline paling aman dan konsisten performanya.
Menawarkan solusi langsung untuk masalah spesifik.
Contoh:
“Cara Mengatur SPF Record Agar Email Tidak Masuk Spam.”
Kapan digunakan?
- Artikel tutorial
- Email edukatif
- Konten SEO
5. Question Headline (Pertanyaan)
Mengajak pembaca “berdialog” secara mental.
Efektif jika pertanyaannya relate dengan masalah mereka.
Contoh:
“Apakah Email Marketing Anda Masih Sering Masuk Folder Promosi?”
Kapan digunakan?
- Awareness content
- Email re-engagement
- Iklan TOF (Top of Funnel)
6. Command Headline (Perintah / Ajakan Kuat)
Menggunakan kata kerja tegas dan memancing tindakan cepat.
Contoh:
“Berhenti Membuang Database! Mulai List Building Sekarang.”
Kapan digunakan?
- Call to action
- Landing page
- Email closing
Tips Menulis Headline yang Menghasilkan Klik
Agar headline Anda makin “nendang”, pastikan mengandung minimal satu dari elemen berikut:
✅ Gunakan Angka (Listicle)
Angka memberi kepastian dan mudah dicerna otak.
Contoh:
“5 Menit Setting SMTP di WordPress.”
✅ Sertakan Power Words
Gunakan kata pemicu emosi seperti:
Terbukti, Cepat, Mudah, Rahasia, Gratis, Aman, Tanpa Ribet
✅ Fokus pada Manfaat, Bukan Fitur
Bukan apa teknologinya, tapi apa hasil yang didapat pembaca.
❌ Salah:
“Fitur SMTP Terintegrasi”
✅ Benar:
“Email WordPress Lebih Aman & Tidak Masuk Spam”
Kesimpulan
Tidak ada satu headline yang selalu paling benar.
Jenis headline terbaik tergantung pada:
- Target audiens
- Tujuan konten
- Platform yang digunakan
Karena itu, A/B Testing adalah kunci.
Uji beberapa variasi headline dan biarkan data yang berbicara.
Ingat:
Headline hebat membuka klik. Klik membuka peluang penjualan.
Uji Headline Email Anda dengan Mailketing
Ingin tahu judul email (subject line) mana yang paling disukai subscriber Anda?
Dengan Mailketing, Anda bisa:
- Mengirim kampanye dengan variasi headline
- Melihat Open Rate secara real-time
- Menentukan headline paling efektif berdasarkan data, bukan tebakan
🎯 Email lebih dibuka, pesan lebih sampai, konversi meningkat.




