6 Fase Yang Dilewati Calon Pembeli Untuk Membeli Suatu Produk

Di era teknologi sekarang banyak perubahan yang begitu signifikan dalam dunia bisnis. Saat ini para konsumen sudah sangat mudah dalam mendapat informasi, bahkan perusahaan bukan menjual produk pada konsumen tetapi membuat apa yang dibutuhkan konsumen. Tujuannya agar bisnis benar-benar berdampak dan memiliki umur yang panjang. Bukan hanya sekali bangun, kemudian langsung bangkrut.

Pada perubahan ini akhirnya menempatkan konsumen sebagai hal penting bagi keberlangsungan bisnis, maka dari itu muncul materi soal erjalanan Konsumen  berhubungan dengan produk atau jasa yang dijual suatu perusahaan. Lalu, sebenarnya apa manfaat mengetahui Perjalanan Konsumen?

Salah satunya adalah agar Anda bisa menyesuaikan iklan penawaran yang akan Anda eksekusi. Selain itu, dengan memahami erjalanan Konsumen Anda bisa membuat konsumen lebih puas dengan produk Anda.

Ada 6 fase yang dilewati calon pembeli sebelum memutuskan untuk membeli suatu produk atau jasa, fase-fase tersebut yaitu:

1. Penyadaran

Saat Anda ingin melakukan transaksi penjualan, calon pembeli tentunya harus menyadari dulu kalau produk Anda itu ada. Bagaimana mau membeli jika produknya, jika calon pembeli Anda justru tidak tahu jika produk yang Anda jual ada dan Anda sendiri sebagai penjual tidak membuat banyak orang ngeh dengan kehadiran Anda.

Lalu bagaimana caranya agar pembeli tahu kalau produk kita itu ada? Caranya adalah Anda harus mendekati mereka dulu dengan baik agar mereka tertarik dengan produk Anda. Bahasa sekarangnya sih PDKT. Dijamin deh kalau PDKT- nya bener, hasilnya juga bakalan bener.

2. Paham

Jika Anda ingin beli satu produk, Anda pasti membaca dulu spesifikasinya, bisa memenuhi kebutuhan Anda atau tidak. Dapat dipastikan juga Anda bakal lebih memilih produk yang memberikan informasi lengkap tentang produk tersebut kepada Anda.

Situasi ini juga berlaku saat Anda menjadi penjual. Anda harus memberikan informasi yang lengkap kepada pembeli agar mereka percaya dengan produk yang Anda tawarkan. Selalu posisikan diri sebagai pembeli pada waktu-waktu yang tepat. Hal ini akan membantu Anda untuk lebih memahami calon pembeli.

3. Senang

Ketika informasi yang diberikan memenuhi keinginan calon pembeli, mereka akan menyukai produk Anda. Seberapa besar mereka menyukai dengan produk sesuai dengan penawaran yang Anda tawarkan.

Proses membuat konsumen senang bisa dilakukan sejak sebelum pembelian seperti memberi diskon, menawarkan produk yang berkualitas, melayani dengan baik dan ramah. Maka dari itu, buat hal hal yang sekiranya bisa membuat calon pembeli Anda senang pada layanan dan produk yang Anda tawarkan.

4. Suka

Ketika pembeli sudah menyukai produk, belum tentu langsung membeli. Biasanya mereka memikirkan apakah akan tetap membeli produk atau tidak. Bisa juga membandingkan dengan produk dari brand lain, seperti membandingkan spesifikasi atau harga. Saat posisi pembeli karena benar-benar ‘naksir’, peluang membeli semakin besar.

5. Yakin

Ketika calon pembeli akan menghadapi posisi bingung memilih. Saat mereka berhasil menentukan, mereka akan yakin dengan barang pilihannya. Usahakan barang yang Anda tawarkan melebihi kompetitor dari segala sisi agar pembeli tetap memilih produk Anda.

6. Pembelian

Pada tahap terakhir ini merupakan tahap dimana calon pembeli berubah status menjadi pembeli. Mereka akan membeli produk yang Anda tawarkan. Berikan pelayan yang terbaik dan jangan sampai kecewakan pembeli Anda. Setelah proses pembelian terjadi jangan lupakan juga tahap after salesnya.

Proses setelah pembelian juga jangan di abaikan begitu saja, Anda perlu mendapat feedback yang dari pembeli. Apakah mereka senang atau tidak dengan produk yang Anda jual dan layanan yang And berikan. Hal ini penting untuk jadi bahan masukan dan membuat hubungan Anda tetap terjalin dengan pembeli.

Penjelasan di atas perlu dipahami agar Anda bisa  mengambil keputusan. Membuat sistem yang membuat konsumen merasa puas dengan layanan yang Anda berikan bisa diambil dari memahami erjalanan Konsumen.

Share:

Facebook
Twitter
WhatsApp

Leave a Comment

Ilmu Bermanfaat

Lainnya

Apa Perbedaan Entrepreneur dan Intrapreneur?

Apa Itu Intrapreneur? Intrapreneur adalah pelaku utama dari kegiatan intrapreneurship, yaitu karyawan perusahaan dengan jiwa wirausaha. Seorang intrapreneur memiliki potensi untuk mengembangkan perusahaan seolah itu adalah

Mailketing by Regrow

PT. Digital Bertuah Nusantara
Jl. Mangga No. 94B
Pekanbaru - Riau
Indonesia

© 2022 mailketing.co.id All rights reserved. ‍

Dapatkan Materi Email Marketing Gratis !