Bagi Anda pengguna Lynk.id, tantangan terbesarnya sering kali bukan soal trafik, tapi bagaimana mengelola trafik tersebut secara berkelanjutan.
Follower media sosial datang dan pergi. Hari ini ramai, besok bisa sepi. Banyak kreator dan pebisnis sudah mencoba memberikan lead magnet seperti e-book gratis atau materi edukasi, tapi berhenti di satu masalah klasik:
“Setelah dapat datanya, follow-up pakai apa?”
Akhirnya, solusi yang paling sering dipilih adalah mengajak audiens masuk ke grup WhatsApp.
Padahal, jujur saja, mengelola grup WA itu capek dan tidak scalable.
Kenapa Grup WhatsApp Bukan Solusi Jangka Panjang?
Sebelum masuk ke solusi, mari kita jujur dengan realita di lapangan:
❌ Maintenance Melelahkan
Grup WA harus terus “diisi” agar hidup. Kalau Anda sibuk atau absen beberapa hari, grup langsung mati.
❌ Sulit Diotomatisasi
Kirim edukasi, penawaran, dan follow-up harus manual. Energi Anda habis di hal berulang.
❌ Risiko Keamanan Tinggi
Nomor member bisa:
- Di-scraping
- Di-japri sales lain
- Dibajak untuk promosi tidak jelas
Dan yang paling fatal: Anda tidak benar-benar memiliki datanya.
Solusi Lebih Cerdas: List Building via Email dengan Mailketing
Alih-alih mengumpulkan audiens di ruang publik, bangunlah aset digital pribadi melalui email list.
Dengan email:
- Data lebih aman & privat
- Bisa follow-up otomatis 24 jam
- Tidak tergantung platform pihak ketiga
- Bisa dijadikan mesin jualan jangka panjang
Dan kabar baiknya: Lynk.id sangat cocok dipadukan dengan Mailketing.
Persiapan Awal
Sebelum mulai, pastikan dua hal ini siap:
1. Email Sender
Anda punya dua opsi:
- Belum punya domain/website
Gunakan Simple Sender (Gmail pribadi sebagai pengirim). Cek tutorialnya di sini. - Sudah punya domain
Gunakan email bisnis profesional ([email protected]). Cek caranya di sini.
👉 Pilih sesuai kondisi Anda, keduanya bisa digunakan di Mailketing.
2. Re-Konsep Lead Magnet
Banyak yang salah kaprah:
Lead magnet tidak harus e-book.
Lead magnet adalah barter nilai dengan data kontak.
Contoh lead magnet yang lebih simpel dan cepat:
- Kode voucher diskon
- Template kerja
- Cheat sheet
- Undangan grup eksklusif
- Akses materi video
- Bonus khusus pembeli
Pilih yang relevan dengan niche dan mudah dikonsumsi.
Langkah Teknis: Menghubungkan Lynk.id ke Mailketing
Agar semuanya berjalan otomatis, ikuti alur berikut:
1. Buat List di Mailketing ( Panduan Membuat List )
List adalah “wadah” untuk menyimpan:
- Nama
- Segmentasi audiens
Pisahkan list sesuai tujuan (misal: lead gratis, pembeli, webinar, dll).
2. Atur Autoresponder “On Joining” ( Panduan Autoresponder Simple Mode )
Ini bagian paling krusial.
Begitu seseorang mengisi form:
- Email otomatis terkirim
- Berisi:
- Link e-book
- Kode voucher
- Link grup WA
- Atau akses bonus lainnya
👉 Anda tidak perlu kirim manual sama sekali.
3. Buat Form Mailketing ( Panduan Membuat Form )
Form inilah yang akan Anda pasang di Lynk.id.
Setting yang disarankan:
- ❌ Double Opt-in: OFF (jika fokus kuantitas)
- ❌ Thanks Email: OFF
(karena sudah digantikan autoresponder)
Thanks Action:
- Text Page: “Terima kasih, silakan cek email untuk aksesnya”
- atau Redirect URL ke profil Lynk.id
Cara Menyebarkan Link List Building
Setelah form jadi, ambil URL Form Preview, lalu:
- Pasang sebagai tombol di Lynk.id
- Taruh di bio Instagram / TikTok
- Sebutkan di konten: “Ambil bonusnya lewat link di bio”
Setiap klik = potensi aset jangka panjang.
Ingin Lebih Otomatis Lagi?
Jika Anda menjual produk langsung di Lynk.id, Anda bisa:
- Menghubungkan transaksi ke Mailketing
- Pembeli otomatis masuk list
- Bisa langsung:
- Follow-up upsell
- Edukasi pasca pembelian
- Repeat order campaign
Cek Tutorial Integrasi Lynk.id & Mailketing
Ini membuat Lynk.id bukan cuma tempat jualan, tapi mesin data.
Kesimpulan: Mengapa Strategi Ini Lebih “Killer”?
Dengan list building via Lynk.id + Mailketing, Anda mendapatkan:
✅ Data audiens yang benar-benar tertarik
✅ Aset privat, bukan grup publik
✅ Follow-up otomatis tanpa capek
✅ Bisa jualan kapan saja lewat email
Anda bebas melakukan:
- Autoresponder edukasi
- Launch produk
- Promo eksklusif
- Segmentasi buyer vs non-buyer
Tanpa takut data diambil orang lain.






