Email Transaksional vs Email Marketing: Salah Kaprah yang Bikin Sistem Jualan Mentok

Dapat pertanyaan dari email seperti ini :


halo mas fadli mas mau info dong , ada gak si kayak form order yang bisa custom domain email sendiri waktu kirim produk digitalnya ?
selainn scalev dan orderoneline .
soalnya scalev klo kirim produk digital ga bisa tuh kita kirim pake email sendiri , harus pake kirim email scalev .


Pertanyaan ini kelihatannya simpel.
Namun sebenarnya menyentuh fondasi sistem email dalam bisnis digital.

Masalahnya bukan di platformnya.
Masalahnya ada di cara kita memahami jenis email.


Bedakan Dulu: Email Transaksional vs Email Marketing

Sebelum bahas tools, kita luruskan logikanya.

Karena kalau salah konsep, solusinya pasti melenceng.


Apa Itu Email Transaksional?

Email transaksional adalah email wajib kirim.

Bukan buat promosi.
Bukan buat jualan ulang.

Tapi buat pemberitahuan penting.

Contohnya:

πŸ“© Email registrasi akun
πŸ” Kode OTP dan verifikasi
🧾 Invoice dan reminder pembayaran
πŸ›’ Abandoned cart
πŸ“¦ Email kirim produk digital

Tidak ada subscribe.
Tidak ada unsubscribe.

Mau user baca atau tidak, email harus tetap terkirim.


Di Mailketing, email seperti ini dikirim lewat:

🚚 SMTP Relay
βš™οΈ REST API

Bukan dari dashboard campaign.

Dan sistem akan otomatis mendeteksi:
ini transaksional, bukan marketing.

Artinya?

πŸ‘‰ Email tetap terkirim meski user sudah unsubscribe newsletter
πŸ‘‰ Tidak kena filter death email
πŸ‘‰ Tidak ikut aturan clean list marketing


Contoh Kasus Nyata

Setiap notifikasi internal Mailketing:

πŸ” Forgot password
πŸ“² OTP login
⚠️ Kredit hampir habis

Semua tetap dikirim.

Padahal user bisa saja unsubscribe dari newsletter.

Karena ini transaksional, bukan promosi.


Lalu, Apa Itu Email Marketing?

Email marketing itu cerita berbeda.

Ini email satu pesan ke banyak orang.

Tujuannya jelas:
edukasi, nurturing, atau jualan.

Etikanya ketat.


Ciri email marketing:

πŸ“¬ Dikirim hanya ke subscriber
πŸ“ Ada proses opt-in / isi form
πŸšͺ Wajib ada unsubscribe link
🧹 Tunduk pada clean list & spam filter

Tools pengirimnya:

πŸ“’ Email Campaign
πŸ” Autoresponder

Contohnya fitur di Mailketing, atau tools lain seperti FluentCRM, Mailwizz, dan Mautic.


Kenapa Subscriber Kamu Terus Berkurang?

Ini pertanyaan klasik.

β€œData buyer saya 10.000, kok subscriber tinggal 6.000?”

Jawabannya logis.


Dalam email marketing:

❌ Ada yang unsubscribe
🚫 Ada yang report spam
πŸ“­ Ada email mati atau lupa password
πŸ“¦ Ada email storage penuh
🏒 Ada email role (admin@, cs@, hrd@)

Semua itu harus dibersihkan.


Insight pentingnya:

πŸ’‘ Buyer β‰  Subscriber

Kamu bisa punya 10.000 customer.
Namun subscriber aktif mungkin hanya 5.000–6.000.

Dan itu normal.

List growth bukan soal angka besar.
Tapi soal berapa lama mereka mau tetap menerima email kamu.


Balik Lagi ke Email Transaksional

Sekarang kita jawab pertanyaan awal.

Siapa yang bertanggung jawab kirim email transaksional?

πŸ‘‰ Sistem kamu sendiri.

Bukan dashboard email marketing.


Jadi kalau pertanyaannya:

β€œGimana cara kirim reminder invoice H-12, H-6, H-3?”

Jawabannya bukan di Mailketing campaign.

Itu urusan:

βš™οΈ Sistem order
🧾 Sistem invoice
πŸ”” Sistem notifikasi

Mailketing di sini cuma kurir email.


Sistem yang Support Email Transaksional

Sekarang kita bahas pilihan sistemnya.

Dari yang paling bebas, sampai yang paling praktis.


Opsi 1: Self-Hosted System (Paling Fleksibel)

Cocok untuk bisnis serius jangka panjang.

Kebutuhannya ada dua.


1️⃣ Halaman Landing / CMS

Fungsinya menangkap traffic dan konversi.

Bisa pakai:

🌐 WordPress
🎨 Page builder gratis
πŸ”— Domain brand sendiri

Traffic bebas:

πŸ“± Sosial media
πŸ“’ Iklan
πŸ” SEO

Biaya terbesarnya biasanya di:

πŸ’» Hosting / VPS

Namun selama domain aktif, aset kamu tetap hidup.


2️⃣ Sistem Penjualan & Member Area

Ini bagian inti.

Fungsinya:

πŸ›’ Generate form order
πŸ’³ Proses pembayaran
βœ… Approval order
πŸ”‘ Akses produk
πŸ“§ Trigger email transaksional

Di sinilah:

πŸ”Œ SMTP Mailketing diintegrasikan
βš™οΈ API Mailketing dipakai

Cost terbesarnya ada di development.

Bisa lewat:

πŸ‘¨β€πŸ’» Hire developer
🧩 WordPress + plugin premium
πŸ“¦ Script self-hosted (Codecanyon)

Namun keuntungannya jelas.

πŸ”₯ Fleksibel
πŸ”₯ Bebas aturan platform
πŸ”₯ Brand 100% milik kamu


Opsi 2: Funnel Builder Instant

Cocok untuk pemula atau short-term seller.

Contohnya:

πŸ”— Lynk.id
πŸ’Έ Mayar
πŸ›οΈ Scalev
πŸ“¦ OrderOnline

Kelebihannya:

⚑ Cepat pakai
πŸ“„ Page + sistem sudah jadi

Kekurangannya:

πŸ”’ Aturan ketat
🏷️ Branding platform
πŸ’° Kadang ada biaya tambahan

Untuk kasus email transaksional:

πŸ‘‰ Saat ini yang support whitelabel sender + SMTP eksternal hanya Mayar
πŸ‘‰ Platform lain pakai email brand mereka


Kesimpulan Jawaban untuk Subscriber

Kalau mau fleksibilitas tinggi:

🎯 Bangun sistem penjualan self-hosted sendiri

Kalau masih eksplor dan tes pasar:

🎯 Funnel builder instant masih masuk akal

Masalahnya bukan di Mailketing.
Masalahnya ada di sistem yang kamu gunakan.


🎯 Mau email notifikasi rapi, branding aman, dan bebas aturan platform?

πŸ‘‰ Pelajari dulu peran email transaksional vs marketing dengan benar
πŸš€ Baru setelah itu, tentukan sistem yang paling masuk akal buat bisnismu

Powered by Mailketing