Menentukan harga jual adalah salah satu keputusan paling krusial dalam bisnis. Harga yang terlalu tinggi membuat produk sulit terjual, sementara harga terlalu rendah justru membuat bisnis Anda berjalan di tempat karena margin keuntungan tidak sehat.
Penetapan harga bukan sekadar mengikuti kompetitor atau menebak harga pasar. Ada perhitungan biaya, strategi positioning, serta pertimbangan psikologis pelanggan yang harus disatukan agar harga jual mampu menutup operasional sekaligus menghasilkan profit. Berikut panduan lengkap cara menentukan harga jual produk dengan benar.
3 Metode Utama Penetapan Harga Jual Produk
1. Cost-Plus Pricing (Metode Mark-Up)
Metode ini paling umum digunakan, terutama oleh UMKM dan reseller. Caranya adalah menjumlahkan seluruh biaya produksi, lalu menambahkan margin keuntungan yang diinginkan.
Rumus:
Biaya Produksi + (Mark-Up × Biaya Produksi) = Harga Jual
Contoh:
Modal Rp10.000 + (20% × Rp10.000) = Rp12.000
Metode ini aman, namun kurang fleksibel jika pasar sangat kompetitif atau produk Anda memiliki nilai tambah tinggi.
2. Value-Based Pricing (Berbasis Nilai)
Harga ditentukan berdasarkan manfaat dan persepsi nilai di mata pelanggan, bukan semata biaya produksi. Cocok untuk produk dengan keunikan, brand kuat, atau solusi spesifik terhadap masalah pelanggan.
Contohnya, produk digital atau jasa konsultasi yang biaya produksinya rendah tetapi nilai manfaatnya tinggi, dapat dijual dengan harga premium.
3. Competition-Based Pricing (Berbasis Kompetitor)
Harga ditentukan dengan membandingkan harga pasar. Strateginya bisa berupa:
- Harga lebih rendah untuk penetrasi pasar
- Harga setara untuk kompetisi sehat
- Harga lebih tinggi untuk positioning premium
Metode ini efektif, tetapi tetap harus disesuaikan dengan struktur biaya agar bisnis tidak merugi.
Biaya Tersembunyi yang Sering Terlupakan
Banyak bisnis salah menentukan harga karena hanya menghitung modal bahan. Pastikan Anda juga memasukkan:
- Biaya pemasaran: iklan, tools promosi, desain, dan langganan platform
- Penyusutan aset: mesin, laptop, kamera, atau peralatan kerja
- Biaya waktu dan tenaga: gaji untuk diri Anda sendiri sebagai pemilik bisnis
Tanpa memperhitungkan biaya ini, harga jual terlihat “untung” di atas kertas, padahal bisnis berjalan tanpa profit nyata.
Menjaga Margin Keuntungan dengan Efisiensi Pemasaran via Mailketing
Harga jual yang sehat harus didukung strategi pemasaran yang efisien. Terlalu bergantung pada iklan berbayar akan memangkas margin keuntungan secara perlahan.
Peran Mailketing dalam Menjaga Profit Bisnis
Mengurangi Biaya Akuisisi Pelanggan
Mailketing memungkinkan Anda menjual kembali ke pelanggan lama tanpa biaya iklan tambahan, sehingga margin tetap terjaga.
Meningkatkan Nilai Transaksi (Upselling & Cross-selling)
Email otomatis pasca-pembelian dapat menawarkan produk pelengkap, menaikkan omzet tanpa menambah biaya promosi.
Uji Respons Harga (A/B Testing)
Coba beberapa variasi harga ke segmen kecil database pelanggan sebelum menentukan harga final di pasar.
Follow-up Edukatif untuk Harga Premium
Jika harga produk Anda lebih tinggi, Mailketing membantu mengedukasi pelanggan tentang nilai produk secara otomatis hingga mereka siap membeli.
Kesimpulan
Penetapan harga jual yang benar adalah perpaduan antara perhitungan finansial dan strategi pemasaran. Harga yang tepat akan membuat bisnis Anda kompetitif, menguntungkan, dan mampu bertahan dalam jangka panjang.
Evaluasi harga secara berkala, tingkatkan efisiensi promosi, dan pastikan setiap keputusan harga didukung sistem pemasaran yang cerdas agar profit terus bertumbuh.






