Banyak pebisnis menganggap gudang hanya sebagai tempat menumpuk barang. Padahal, gudang adalah jantung keuangan perusahaan dalam bentuk fisik. Setiap produk yang tersimpan di dalamnya adalah modal yang sedang “parkir” dan menunggu untuk berputar menjadi uang.
Kesalahan dalam mengenali jenis persediaan sering kali berujung masalah serius. Mulai dari barang kedaluwarsa, stok kosong saat permintaan memuncak, hingga penumpukan barang yang membuat arus kas tersendat.
Agar manajemen gudang Anda tidak asal simpan, mari pahami jenis-jenis persediaan di gudang penyimpanan berikut ini.
Jenis-Jenis Persediaan di Gudang Penyimpanan
1. Persediaan Bahan Baku (Raw Materials)
Bahan baku adalah fondasi utama proses produksi. Tanpa ketersediaan bahan baku, seluruh lini produksi bisa berhenti total.
Contoh:
Kain pada industri garmen, kayu pada bisnis mebel, atau tepung pada usaha bakery.
2. Persediaan Barang Setengah Jadi (Work in Process / WIP)
Barang setengah jadi adalah produk yang sudah diproses, tetapi belum sepenuhnya selesai. Posisi barang ini biasanya berada di antara area produksi.
Contoh:
Kerangka kursi yang belum dipasang busa dan kain penutup.
3. Persediaan Barang Jadi (Finished Goods)
Inilah jenis persediaan yang paling “ditunggu” karena siap dijual dan cepat berubah menjadi cash flow.
Contoh:
Pakaian yang sudah dikemas atau furnitur yang siap dikirim ke pelanggan.
4. Persediaan Barang MRO (Maintenance, Repair, and Operations)
Barang MRO sering diremehkan karena tidak dijual. Padahal, tanpa MRO, operasional gudang dan produksi bisa kacau.
Contoh:
Oli mesin, baut, sparepart, alat tulis kantor, hingga cairan pembersih gudang.
5. Persediaan Barang Dagangan (Merchandise Inventory)
Jenis ini umum pada bisnis ritel dan grosir. Barang dibeli dari supplier dan langsung dijual kembali tanpa proses produksi.
Contoh:
Produk makanan dan minuman di gudang minimarket atau distributor.
6. Persediaan Penyangga (Safety Stock)
Safety stock adalah stok cadangan untuk kondisi darurat, seperti lonjakan permintaan mendadak atau keterlambatan pengiriman supplier.
Dengan safety stock, bisnis tetap bisa berjalan meski kondisi tidak ideal.
Mengapa Memahami Jenis Persediaan Itu Penting?
- Optimasi Ruang Gudang
Penataan gudang lebih rapi karena barang dikelompokkan sesuai jenisnya. - Efisiensi Modal
Anda tahu mana stok fast-moving dan mana yang tidak boleh terlalu lama disimpan. - Memudahkan Audit & Stock Opname
Proses pengecekan stok jadi lebih cepat, akurat, dan minim selisih.
Kesimpulan
Mengelola gudang bukan sekadar menyimpan barang, tetapi mengatur aliran aset bisnis. Dengan memahami jenis-jenis persediaan di gudang penyimpanan, Anda bisa menekan risiko kerugian, mempercepat perputaran stok, dan menjaga operasional tetap stabil.
Informasikan Stok Terbaru ke Pelanggan Lewat Mailketing
Stok barang jadi baru masuk? Atau ingin menghabiskan stok lama lewat promo cuci gudang?
Gunakan Mailketing untuk mengabari pelanggan secara instan. Kirim informasi produk terbaru langsung ke inbox pelanggan agar stok di gudang lebih cepat berputar tanpa harus mengandalkan iklan terus-menerus.
👉 [Percepat Perputaran Stok Gudang Anda Bersama Mailketing Sekarang!]







