Ramadan selalu membawa dinamika unik dalam dunia bisnis Indonesia. Kita tidak akan membahas lonjakan penjualan baju muslim atau hampers—itu sudah terlalu mainstream. Yang lebih menarik justru fenomena lahirnya gelombang pebisnis dadakan atau yang sering disebut pebisnis karbitan.
Ada yang ingin mengejar tambahan uang lebaran, ada yang tiba-tiba punya waktu luang, dan ada pula pebisnis lama yang memacu penjualan ekstra demi memastikan THR karyawan aman. Namun pertanyaannya, apakah sekadar “ikut jualan” cukup untuk bertahan di kerasnya pasar Ramadan?
Peluang Ramadan: Menjual Solusi atas Kebingungan Market
Pernah mendengar pertanyaan ini?
“Enaknya jualan apa ya pas Ramadan?”
Menariknya, pertanyaan itu sendiri adalah peluang bisnis. Banyak pelaku cerdas justru tidak langsung menjual produk ke konsumen akhir, melainkan menjual jawaban atas kebingungan para pemula.
1. Menjual Peluang (B2B)
Contohnya:
- Paket reseller kurma atau frozen food
- Keagenan produk herbal
- Jasa cetak box hampers custom white label
Mereka menjual kemudahan bagi orang yang ingin jualan cepat tanpa ribet produksi.
2. Menjual Ilmu
Ramadan melahirkan lonjakan permintaan terhadap:
- Kelas jualan online kilat
- Copywriting cepat closing
- Strategi iklan khusus Ramadan
Targetnya jelas: orang yang tidak punya basic skill, tapi ingin langsung action.
3. Jasa Berbasis Momentum
Tidak semua peluang Ramadan berbentuk produk. Beberapa jasa justru sangat dicari:
- Jasa jaga rumah saat mudik
- Jasa titip (jastip)
- Jasa “war” produk diskon atau promo flash sale
Peluang Tersembunyi: Virtual Assistant (VA)
Di tengah hiruk-pikuk jualan, ada peluang yang sering luput: Virtual Assistant (VA).
VA adalah penyedia jasa eksekusi teknis—bukan sekadar konsultan. Banyak bisnis butuh:
- Setup funnel
- Email marketing
- Automation
- Kelola sistem digital
Sayangnya, pasar VA masih kalah pamor dibanding “mentor” atau “coach”, padahal permintaan eksekutor justru sangat tinggi, terutama saat Ramadan.
Rekomendasi Virtual Assistant Kompeten
Jika Anda pemilik bisnis yang kewalahan mengurus sisi teknis digital—terutama funneling, email marketing, dan automation—di tengah padatnya aktivitas Ramadan, menggunakan VA adalah keputusan cerdas.
Untuk kebutuhan teknis yang serius, saya merekomendasikan Threads: @fadlidigital.

Banyak pengguna tools Marketing dan Mailketing yang bingung secara teknis sering saya arahkan ke sana karena kemampuannya dalam mengeksekusi operasional digital secara nyata, bukan sekadar teori.
Tantangan Ramadan: Medan Perang Tanpa Pemanasan
Di balik peluang besar, Ramadan juga adalah medan perang paling brutal, khususnya bagi pemula.
1. Awareness Rendah
Market belum mengenal Anda, sementara waktu sangat singkat.
2. Kompetisi Sangat Tinggi
Pemain lama sudah:
- Punya brand
- Punya database
- Punya modal iklan besar
Akibatnya:
- CPM iklan naik
- Biaya promosi membengkak
- Mental cepat drop
Solusi Utama: Berhenti Bertanya “Jual ke Siapa?”
Kompetitor terberat Anda bukan penjual lain—melainkan mereka yang sudah punya aset audience.
Mereka:
- Merawat follower jauh sebelum Ramadan
- Mengumpulkan list WhatsApp
- Membangun database email dari bulan-bulan sebelumnya
Saat Ramadan tiba, mereka tinggal trigger penawaran. Tidak ada drama “mau jual ke siapa”.
Apa yang Harus Anda Lakukan Sekarang?
Jangan menunggu Ramadan datang baru bergerak. Mulai sekarang:
1. Bangun Awareness
Mulai arahkan konten sosmed Anda ke niche dan keahlian yang jelas.
2. List Building Sejak Dini
Gunakan Mailketing untuk mengumpulkan database email. List adalah aset yang tidak tergantung algoritma.
3. Tingkatkan Skill Marketing
Tanpa senjata, Anda hanya akan jadi penonton di tengah perang Ramadan.
Jika Anda tidak mulai sekarang, pertanyaan “mau jual ke siapa?” akan terus menghantui—bukan cuma Ramadan ini, tapi Ramadan tahun-tahun berikutnya.







