Banyak pemasar menghabiskan waktu berjam-jam untuk:
- Mendesain email yang cantik
- Menyusun copywriting yang persuasif
- Menentukan waktu pengiriman terbaik
Namun semua usaha tersebut bisa sia-sia jika email tidak pernah sampai ke hadapan pelanggan.
Dalam email marketing, ada perbedaan besar antara:
- Sent (Terkirim)
- Delivered (Sampai ke Inbox)
Hanya karena sistem mencatat email telah dikirim, bukan berarti email tersebut benar-benar mendarat di Inbox.
Di sinilah proses delivery menjadi pembeda antara kampanye yang menghasilkan penjualan dan kampanye yang sekadar membuang anggaran.
1. Inbox vs Spam: Pertempuran Sesungguhnya
Proses delivery bukan sekadar memindahkan email dari satu server ke server lain.
Setiap email harus melewati filter ketat milik provider seperti Gmail, Yahoo, dan Outlook.
Fakta penting:
Jika reputasi pengiriman Anda buruk, email bisa:
- Masuk folder Spam
- Masuk tab Promosi
- Atau ditolak sepenuhnya (bounce)
Dampaknya:
Pelanggan tidak pernah melihat penawaran Anda, dan yang lebih berbahaya, reputasi domain bisnis Anda akan menurun di mata ISP (Internet Service Provider).
2. Membangun Kepercayaan Pelanggan
Bayangkan pelanggan baru saja:
- Melakukan Pre-Order
- Mengisi form pendaftaran
- Atau meminta reset password
Namun email konfirmasi tidak kunjung datang karena masalah delivery.
Risikonya:
- Pelanggan merasa cemas
- Menganggap bisnis tidak profesional
- Bahkan mengira sedang terkena penipuan
Manfaat delivery yang baik:
Email yang cepat dan tepat waktu menciptakan trust bahwa bisnis Anda serius, aman, dan dapat diandalkan.
3. Menjaga ROI (Return on Investment) Tetap Tinggi
Email marketing dikenal sebagai salah satu channel pemasaran dengan:
- Biaya rendah
- Potensi ROI tinggi
Namun semua itu hanya berlaku jika email dibaca.
Setiap email yang:
- Masuk spam
- Tidak sampai
- Atau di-bounce
Adalah potensi pendapatan yang hilang.
Dengan delivery yang optimal, Anda memastikan:
- Anggaran email marketing tidak terbuang
- Setiap kampanye punya peluang maksimal menghasilkan klik dan konversi
4. Mempengaruhi Performa Kampanye Berikutnya
ISP memiliki “ingatan panjang”.
Jika kampanye hari ini:
- Banyak bounce
- Banyak laporan spam
- Open rate sangat rendah
Maka kampanye berikutnya akan diawasi lebih ketat.
Sebaliknya, delivery yang sehat menciptakan siklus positif:
Email sampai → Dibuka → Diklik → Reputasi naik →
Email berikutnya semakin mudah masuk Inbox
Faktor yang Mempengaruhi Kualitas Delivery
Agar email marketing Anda konsisten masuk Inbox, perhatikan faktor berikut:
1. Validasi Domain
Pastikan domain Anda memiliki konfigurasi:
- SPF
- DKIM
- DMARC
Ini berfungsi sebagai “identitas resmi” agar email Anda dipercaya ISP.
2. Kualitas List Email
Hindari:
- Email hasil beli
- Email tidak aktif
- Email typo
Lakukan pembersihan list secara rutin untuk menjaga reputasi pengirim.
3. Konten yang Relevan
Konten yang baik:
- Tidak mengandung kata pemicu spam
- Memiliki rasio teks dan gambar seimbang
- Relevan dengan minat penerima
Email relevan = engagement tinggi = delivery makin bagus.
Kesimpulan
Proses delivery adalah fondasi utama dari email marketing.
Tanpa delivery yang baik:
- Email secantik apa pun tidak dibaca
- Copywriting terbaik tidak menghasilkan apa-apa
- Strategi marketing secanggih apa pun menjadi sia-sia
Jangan biarkan pesan penting Anda berhenti di pintu gerbang Inbox.
Pastikan Email Anda Sampai ke Tujuan dengan Mailketing
Di Mailketing, delivery bukan sekadar fitur, tapi prioritas utama.
Kami membantu Anda dengan:
- Infrastruktur server yang terjaga reputasinya
- Fitur verifikasi domain (SPF, DKIM, DMARC) yang mudah digunakan
- Monitoring delivery rate secara berkelanjutan
Agar email bisnis Anda memiliki “paspor resmi” untuk masuk ke Inbox utama pelanggan.
👉 Tingkatkan Tingkat Keterkiriman Email Anda Bersama Mailketing!







