Simbol pagar (#) atau tagar masih sering memicu perdebatan di Facebook. Tidak sedikit pelaku bisnis yang menganggap tagar sudah tidak relevan, bahkan terlihat “aneh”, karena Facebook dikenal lebih fokus pada relasi pertemanan dibanding eksplorasi konten seperti Instagram atau TikTok.
Namun anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Facebook tetap menggunakan tagar sebagai salah satu sistem pengelompokan konten publik. Jika digunakan dengan strategi yang tepat, fungsi tagar di Facebook mampu membantu postingan Anda menjangkau audiens yang lebih luas, bahkan di luar followers atau pertemanan yang sudah ada.
Fungsi Tagar di Facebook yang Perlu Anda Pahami
1. Mengelompokkan Konten Berdasarkan Topik
Tagar di Facebook berfungsi sebagai pengelompokan topik. Saat pengguna mengklik sebuah tagar, Facebook akan menampilkan kumpulan postingan publik yang relevan dengan tagar tersebut. Ini memudahkan audiens menemukan konten sejenis tanpa harus mengenal akun Anda terlebih dahulu.
Bagi bisnis, ini berarti konten Anda berpeluang ditemukan oleh orang yang memang sedang tertarik pada topik tersebut.
2. Mendukung Branding dan Kampanye Digital
Tagar sangat efektif digunakan untuk kampanye pemasaran dan branding. Dengan membuat tagar khusus, seperti #PromoAkhirTahunBrandX, Anda dapat mengumpulkan seluruh percakapan, testimoni, dan konten promosi dalam satu “ruang” yang mudah dipantau.
Selain itu, tagar kampanye membantu audiens mengenali pesan brand Anda secara konsisten di berbagai postingan.
3. Meningkatkan Searchability di Facebook
Facebook bukan hanya media sosial, tetapi juga mesin pencari. Banyak pengguna mencari produk, jasa, atau topik tertentu langsung melalui kolom pencarian Facebook. Konten yang menggunakan tagar relevan memiliki peluang lebih besar muncul di hasil pencarian, meskipun pengguna tersebut belum mengikuti halaman Anda.
Inilah salah satu fungsi tagar di Facebook yang sering diabaikan oleh pelaku bisnis.
4. Memudahkan Navigasi Konten di Grup Facebook
Dalam grup Facebook yang aktif dan beranggotakan ribuan orang, tagar berfungsi sebagai alat navigasi. Tagar seperti #TipsBisnis, #Diskusi, atau #InfoPromo membantu anggota menemukan topik tertentu dengan cepat tanpa harus menggulir postingan lama satu per satu.
Bagi admin grup atau brand yang aktif di komunitas, penggunaan tagar membuat konten lebih terstruktur dan mudah diakses ulang.
Cara Menggunakan Tagar di Facebook agar Efektif
Berbeda dengan Instagram, penggunaan tagar di Facebook sebaiknya tidak berlebihan. Terlalu banyak tagar justru membuat postingan terlihat spam dan mengganggu kenyamanan membaca.
Beberapa prinsip penting:
- Gunakan 1–3 tagar yang benar-benar relevan
- Pilih tagar yang spesifik, bukan terlalu umum
- Letakkan tagar di akhir kalimat agar pesan utama tetap nyaman dibaca
Pendekatan ini terbukti lebih selaras dengan algoritma dan perilaku pengguna Facebook.
Mengombinasikan Strategi Tagar Facebook dengan Mailketing
Tagar membantu orang menemukan konten Anda, tetapi Mailketing membantu Anda mempertahankan audiens tersebut agar tidak hilang oleh perubahan algoritma Facebook.
Peran Mailketing dalam Strategi Facebook Anda
- Mengarahkan Audiens ke Kampanye Bertagar
Gunakan email untuk mengajak pelanggan ikut kampanye Facebook dengan tagar tertentu, sehingga interaksi lebih terfokus dan terukur. - Mengubah Audiens Facebook Menjadi Database
Arahkan pengunjung Facebook untuk mendaftar newsletter. Dengan begitu, Anda memiliki jalur komunikasi langsung tanpa bergantung penuh pada media sosial. - Follow-up Otomatis dari Interaksi Kampanye
Mailketing memungkinkan Anda mengirimkan email lanjutan, voucher, atau informasi tambahan secara otomatis kepada audiens yang terlibat dengan kampanye Facebook Anda.
Kesimpulan
Tagar di Facebook masih relevan dan memiliki fungsi strategis, terutama untuk pengelompokan konten, pencarian, dan kampanye branding. Kuncinya bukan pada jumlah tagar, melainkan relevansi dan konsistensi penggunaannya.
Namun strategi digital yang matang tidak berhenti di jangkauan semata. Dengan mengintegrasikan Facebook dan Mailketing, Anda dapat mengubah interaksi singkat menjadi hubungan jangka panjang yang lebih bernilai bagi bisnis.






