Setiap pebisnis pernah berada di fase ini.
Email sudah dikirim, desain rapi, penawaran masuk akal.
Namun, hasilnya nihil.
Setelah dicek lebih dalam, masalahnya bukan di produknya.
Masalahnya, email Anda tidak pernah benar-benar dibaca.
Sebagian besar nyangkut di folder spam.
Sebagian lagi bahkan ditolak server.
Di sinilah banyak strategi email marketing gagal diam-diam.
Akar masalahnya satu: Email Deliverability.
Apa Itu Email Deliverability?
Email deliverability adalah kemampuan email Anda masuk ke Inbox, bukan sekadar terkirim.
Ini penting.
Karena status sent tidak menjamin email benar-benar sampai ke penerima.
Email bisa lolos dari sistem Anda, lalu “dibunuh” oleh Gmail atau Outlook.
Singkatnya, email deliverability menentukan satu hal krusial.
👉 Email Anda dibaca manusia, atau dikubur sistem.
Kenapa Banyak Email Masuk Spam?
Secara umum, provider email tidak peduli niat Anda baik atau tidak.
Mereka hanya peduli satu hal: apakah Anda bisa dipercaya.
Untuk menilainya, ada tiga pilar utama.
Faktor Utama Penentu Email Deliverability
1️⃣ Reputasi Pengirim (Sender Reputation)
🔥 Ini adalah skor kepercayaan domain dan IP Anda.
Jika Anda sering mengirim ke email mati,
atau penerima sering klik “Report Spam”,
reputasi Anda turun.
Sekali reputasi rusak,
email berikutnya akan makin sulit masuk inbox.
2️⃣ Kualitas Daftar Email (List Quality)
🎯 Database email adalah aset, bukan angka.
Email hasil beli, scraping, atau asal kumpul
akan menghasilkan bounce tinggi.
Bounce rate tinggi = alarm merah bagi provider email.
Dan sayangnya, reputasi buruk menular ke seluruh campaign Anda.
3️⃣ Otentikasi Email (SPF, DKIM, DMARC)
🔐 Provider ingin memastikan satu hal sederhana.
“Apakah pengirim ini benar-benar Anda?”
Tanpa SPF dan DKIM,
email Anda terlihat seperti penipuan.
Tanpa DMARC,
domain Anda mudah dipalsukan.
Hasil akhirnya bisa ditebak.
Inbox menolak Anda pelan-pelan.
Cara Meningkatkan Email Deliverability Secara Aman
Kabar baiknya, reputasi bisa diperbaiki.
Asal dilakukan dengan logika yang benar.
Berikut langkah yang terbukti efektif.
🔥 Lakukan Email Warming Bertahap
Jangan pernah langsung blast besar dari domain baru.
Mulailah dari volume kecil.
Naikkan perlahan.
Dengan begitu, provider email “mengenal” pola pengiriman Anda.
🎯 Bersihkan Database Secara Rutin
Email yang tidak pernah membuka dalam waktu lama
bukan aset.
Hapus atau pisahkan.
Bounce rendah dan engagement tinggi
adalah sinyal positif bagi sistem inbox.
💎 Gunakan Konten yang Manusiawi
Hindari:
- Judul kapital semua
- Kata berlebihan seperti “GRATISSS”
- Janji instan tidak realistis
Provider email membaca pola.
Manusia membaca niat.
Jika dua-duanya tidak nyaman, inbox akan menolak.
🔓 Permudah Unsubscribe
Ini terdengar aneh, tapi penting.
Lebih baik orang unsubscribe
daripada klik “Spam”.
Satu klik spam bisa merusak ratusan email berikutnya.
Bagaimana Mailketing Menjaga Deliverability Anda?
Di Mailketing, deliverability bukan fitur tambahan.
Ini fondasi sistem.
Kami mendesain platform agar Anda fokus ke bisnis,
bukan ribet teknis server.
Berikut cara Mailketing membantu Anda.
🚀 Auto-Warming Mode
Sistem otomatis menyesuaikan ritme pengiriman.
Terutama jika domain baru atau reputasi turun.
Hasilnya, domain tetap aman.
🧹 Auto-Clean Bounce
Email mental langsung terdeteksi dan dihapus.
Bounce rate terjaga.
Reputasi tidak tercemar.
🔐 Validasi Domain Terpandu
Setup SPF dan DKIM jadi jelas dan praktis.
Tanpa tebak-tebakan teknis.
Email Anda terverifikasi resmi oleh provider besar.
🤖 AI Audit Campaign
Sebelum kirim, sistem memberi sinyal risiko spam.
Bukan asumsi, tapi berdasarkan pola provider.
Ini menyelamatkan banyak campaign sebelum terlambat.
Kesimpulan
Email deliverability bukan soal trik.
Ini soal konsistensi dan reputasi.
Email terbaik pun tidak berguna
jika tidak masuk inbox.
Jika Anda serius menggunakan email marketing,
maka menjaga deliverability adalah kewajiban, bukan opsi.
Siap Meningkatkan Skor Inbox Placement Anda?
Berhenti menebak-nebak kenapa email masuk spam.
Gunakan sistem yang memang dibangun untuk deliverability.
👉 [Optimalkan Pengiriman Email Anda Bersama Mailketing Sekarang!]







