Langsung ke konten

Contoh Email Penawaran Produk, Harga & Kerjasama (Template Siap Salin)

Contoh Email Penawaran Produk, Harga & Kerjasama (Template Siap Salin)

Contoh email penawaran yang baik memuat subjek spesifik, pembuka yang menyebut kebutuhan penerima, manfaat utama produk atau jasa, rincian harga atau syarat, satu ajakan yang jelas, dan penutup dengan kontak. Di bawah ini ada enam template siap salin untuk penawaran produk, harga, kerja sama, jasa, dan follow up.

Semua nama perusahaan, harga, dan nomor di template adalah data fiktif. Ganti bagian dalam kurung siku dengan data Anda sebelum mengirim.

Struktur Email Penawaran yang Benar

Penerima email penawaran biasanya memutuskan dalam beberapa detik apakah pesan Anda layak dibaca. Karena itu urutan isi lebih penting daripada panjang kalimat. Tabel berikut adalah kerangka yang dipakai semua template di artikel ini.

BagianFungsiContoh singkat
SubjekMembuat penerima tahu isi email sebelum membukaPenawaran seragam kerja untuk 40 karyawan PT Contoh
PembukaMenyebut konteks: siapa Anda dan kenapa menghubungi diaKami melihat PT Contoh membuka cabang baru di Bekasi.
Nilai atau manfaatMenjawab “apa untungnya buat saya”Bahan tidak panas dipakai seharian di gudang.
BuktiMenurunkan rasa raguContoh kain bisa kami kirim gratis sebelum pesan.
PenawaranHarga, paket, masa berlaku, syaratRp95.000 per potong, berlaku sampai 30 November.
CTA (ajakan)Satu langkah berikutnya yang mudahBalas email ini dengan jumlah ukuran S, M, L.
PenutupNama, jabatan, nomor WhatsApp, alamat situsRina, Sales, 0812-0000-0000

Kalau satu bagian kosong, email tetap bisa dikirim. Yang paling sering hilang adalah bukti dan masa berlaku, padahal dua bagian itu yang mendorong penerima membalas sekarang, bukan nanti.

Contoh Email Penawaran Produk

Penawaran produk ke pelanggan perorangan (B2C) dan ke perusahaan (B2B) ditulis berbeda. Pelanggan perorangan butuh alasan cepat untuk membeli. Perusahaan butuh informasi yang bisa diteruskan ke atasan atau bagian pengadaan.

Template 1: Penawaran Produk ke Pelanggan (B2C)

Cocok untuk toko online yang mengirim penawaran ke pelanggan yang sudah pernah membeli atau mendaftar newsletter.

Subjek: [Nama], stok kopi arabika Gayo baru masuk minggu ini

Halo [Nama],

Bulan lalu Anda membeli kopi robusta Temanggung di Toko Anda.
Minggu ini kami baru menerima arabika Gayo panen terbaru, dan
kami ingin Anda yang mencoba lebih dulu.

Yang Anda dapat:
- Biji kopi 250 gram, disangrai 2 hari sebelum dikirim
- Pilihan giling: biji utuh, kasar (french press), atau halus (espresso)
- Gratis ongkir Jabodetabek untuk pembelian 2 bungkus

Harga contoh: Rp85.000 per bungkus, berlaku sampai [tanggal].

Pesan di sini: [link produk]

Kalau rasa arabika kurang cocok, balas saja email ini.
Kami bantu tukar dengan varian lain.

Salam,
[Nama Anda]
Toko Anda | WhatsApp [nomor]

Template ini menyebut pembelian sebelumnya. Itu alasan paling kuat kenapa penerima perlu peduli. Jika Anda belum punya data riwayat beli, ganti kalimat pertama dengan minat yang ia pilih saat mendaftar.

Template 2: Penawaran Produk ke Perusahaan (B2B)

Subjek: Penawaran seragam kerja untuk cabang baru PT Contoh Sejahtera

Yth. Bapak/Ibu [Nama],
Bagian Umum PT Contoh Sejahtera

Saya [Nama Anda] dari CV Konveksi Contoh. Kami membaca kabar
pembukaan gudang PT Contoh Sejahtera di Bekasi dan ingin
menawarkan seragam kerja untuk tim gudang.

Ringkasan penawaran:
- Kemeja kerja bahan drill, logo bordir di dada kiri
- Ukuran S sampai XXXL, termasuk ukuran khusus
- Waktu produksi 14 hari kerja setelah desain disetujui
- Contoh kain dikirim gratis sebelum Anda memutuskan

Harga contoh: Rp95.000 per potong untuk pesanan minimal
30 potong. Rincian lengkap ada di lampiran PDF.

Bila Bapak/Ibu berkenan, saya bisa mengirim contoh kain
minggu ini. Cukup balas dengan alamat pengiriman.

Hormat saya,
[Nama Anda]
Sales, CV Konveksi Contoh
[nomor telepon] | [alamat situs]

Untuk penerima di perusahaan, sapaan formal “Bapak/Ibu” dan jabatan di tanda tangan membantu email Anda terlihat resmi. Lampirkan PDF penawaran agar mudah diteruskan, tetapi tulis ringkasannya di badan email. Banyak orang tidak membuka lampiran dari pengirim yang belum dikenal.

Contoh Email Penawaran Harga

Email penawaran harga biasanya dikirim setelah calon klien bertanya. Artinya ia sudah tertarik, jadi tugas Anda adalah membuat perbandingan dan keputusan menjadi mudah. Tampilkan pilihan paket, apa yang termasuk, dan sampai kapan harga berlaku.

Template 3: Balasan Permintaan Harga

Subjek: Penawaran harga katering rapat PT Contoh, berlaku s.d. [tanggal]

Yth. Ibu [Nama],

Terima kasih atas permintaan harga untuk katering rapat
mingguan PT Contoh. Berikut tiga pilihan paket (harga contoh):

Paket Hemat    Rp35.000/orang  Nasi kotak, 1 lauk, air mineral
Paket Reguler  Rp50.000/orang  Nasi kotak, 2 lauk, buah, teh
Paket Prasmanan Rp75.000/orang Prasmanan, 3 lauk, dessert, kopi

Harga sudah termasuk ongkos kirim area Jakarta Selatan
dan berlaku untuk pesanan minimal 20 orang.

Untuk rapat rutin 4 kali sebulan, kami beri potongan 5%
dari total tagihan bulanan.

Penawaran ini berlaku sampai [tanggal]. Jika Ibu ingin
mencoba lebih dulu, kami bisa mengirim satu paket
tester untuk rapat berikutnya.

Salam,
[Nama Anda]
Katering Contoh | WhatsApp [nomor]

Kalau penawaran harga Anda punya banyak baris, tabel lebih mudah dibaca daripada paragraf. Berikut contoh rincian yang bisa Anda tempel di badan email atau di lampiran. Semua angka di bawah fiktif.

Paket (contoh)Harga per orangIsiMinimal pesanan
HematRp35.000Nasi kotak, 1 lauk, air mineral20 orang
RegulerRp50.000Nasi kotak, 2 lauk, buah, teh20 orang
PrasmananRp75.0003 lauk, dessert, kopi, peralatan saji30 orang

Tiga pilihan paket membantu calon klien membandingkan isi paket, tidak sekadar melihat angka paling kecil. Tuliskan juga apa yang tidak termasuk, misalnya pajak atau biaya kirim luar area. Hal kecil seperti ini yang sering memicu bolak-balik email.

Contoh Email Penawaran Kerjasama ke Perusahaan Lain

Email kerja sama berbeda dari email jualan. Anda tidak meminta orang membeli, tetapi mengajak dua usaha saling menguntungkan. Jelaskan apa yang Anda bawa ke meja sebelum meminta sesuatu.

Template 4: Ajakan Kerja Sama atau Partnership

Subjek: Usulan kerja sama bundling kopi & kue untuk pelanggan [Nama Usaha]

Halo [Nama],

Saya [Nama Anda], pemilik Toko Anda, penjual kopi bubuk
lokal di Bandung. Saya sering melihat pelanggan [Nama Usaha]
mengunggah kue Anda bersama kopi di Instagram.

Saya ingin mengusulkan kerja sama sederhana:
1. Paket bundling "Kopi + Kue" dijual di toko kita masing-masing
2. Bagi hasil sesuai produk: kopi untuk kami, kue untuk Anda
3. Promosi silang di newsletter dan media sosial kedua toko

Dari sisi kami, kopi dikemas sesuai merek bundling dan
dikirim ke tempat Anda tanpa biaya.

Apakah Anda punya waktu 20 menit minggu depan untuk
ngobrol via Google Meet? Saya bisa Selasa atau Kamis sore.

Salam,
[Nama Anda]
Toko Anda | [nomor] | [alamat situs]

Usulan berbentuk poin bernomor memudahkan penerima menjawab per bagian. Ajakan di akhir juga sengaja kecil: rapat 20 menit, bukan langsung tanda tangan kontrak.

Contoh Email Penawaran Jasa

Penawaran jasa lebih sulit karena calon klien tidak bisa melihat produknya. Ganti foto produk dengan hasil kerja sebelumnya, lingkup kerja yang jelas, dan jadwal.

Template 5: Penawaran Jasa Freelancer atau Agensi

Subjek: Penawaran jasa foto produk untuk katalog Lebaran PT Contoh

Yth. Bapak [Nama],

Saya [Nama Anda], fotografer produk di Surabaya. Saya melihat
katalog online PT Contoh masih memakai foto lama untuk
beberapa produk baru.

Lingkup jasa yang saya tawarkan:
- Foto 50 produk dengan latar putih dan 10 foto suasana
- Edit warna dan ukuran untuk marketplace serta situs web
- Hasil dikirim dalam 7 hari kerja setelah sesi foto

Biaya contoh: Rp4.500.000 untuk seluruh paket, termasuk
revisi 1 kali. Portofolio katalog sebelumnya: [link].

Jika cocok, saya bisa datang untuk sesi foto pada [tanggal].
Cukup balas email ini untuk konfirmasi.

Hormat saya,
[Nama Anda]
[nomor] | [link portofolio]

Angka jumlah foto dan jumlah revisi mencegah salah paham di belakang. Klien juga lebih mudah membandingkan penawaran Anda dengan penyedia lain bila lingkupnya tertulis.

Kapan dan Bagaimana Follow Up Email Penawaran

Banyak penawaran tidak dibalas bukan karena ditolak, melainkan karena tertimbun email lain. Follow up yang sopan mengingatkan tanpa menekan. Berikut urutan yang bisa Anda pakai:

  1. Beri jeda beberapa hari kerja setelah email pertama sebelum mengirim pengingat. Sebagai patokan, 3–5 hari kerja untuk penawaran B2B; untuk calon klien yang baru saja bertanya, 1–3 hari lebih wajar (jadwal lengkapnya ada di contoh template email follow up).
  2. Balas di utas email yang sama agar penerima melihat penawaran awal.
  3. Tambahkan satu hal baru: contoh hasil kerja, jawaban pertanyaan umum, atau info masa berlaku.
  4. Kirim pengingat kedua sekitar seminggu kemudian bila masih belum ada balasan.
  5. Tutup dengan email terakhir yang memberi pilihan “tidak sekarang”, lalu berhenti.

Template 6: Follow Up Penawaran yang Belum Dibalas

Subjek: Re: Penawaran seragam kerja untuk cabang baru PT Contoh Sejahtera

Yth. Bapak/Ibu [Nama],

Saya ingin memastikan email penawaran seragam kerja minggu
lalu sudah sampai. Ada satu tambahan: kami bisa mengirim
3 contoh ukuran agar tim gudang mencoba lebih dulu.

Harga Rp95.000 per potong (contoh) masih berlaku sampai
[tanggal].

Jika saat ini belum ada kebutuhan, tidak masalah. Cukup
balas "nanti" dan saya tidak akan mengirim pengingat lagi.

Hormat saya,
[Nama Anda]
Sales, CV Konveksi Contoh

Pilihan “balas nanti” terdengar berisiko, tetapi justru sering memancing jawaban. Penerima merasa dihargai, dan Anda mendapat kepastian. Variasi lain ada di kumpulan contoh template email follow up yang meningkatkan balasan.

12 Contoh Subjek Email Penawaran

Subjek yang baik menyebut isi email dan untuk siapa. Hindari huruf kapital semua, tanda seru berderet, dan kata seperti “GRATIS!!!” karena mirip pola email spam. Contoh yang bisa Anda sesuaikan:

  1. Penawaran harga katering rapat PT Contoh, berlaku s.d. 30 November
  2. [Nama], stok arabika Gayo baru masuk minggu ini
  3. Usulan kerja sama bundling untuk pelanggan [Nama Usaha]
  4. 3 pilihan paket seragam kerja untuk tim gudang Anda
  5. Rincian biaya foto produk katalog Lebaran
  6. Contoh kain seragam bisa kami kirim minggu ini
  7. Penawaran khusus pelanggan lama: harga contoh berlaku 7 hari
  8. Pertanyaan singkat soal kebutuhan ATK kantor PT Contoh
  9. Jadwal sesi foto produk: Selasa atau Kamis?
  10. Re: Penawaran harga katering (tambahan paket tester)
  11. Penawaran jasa desain kemasan untuk produk baru [Nama Usaha]
  12. Ringkasan penawaran yang kita bahas di telepon kemarin

Subjek nomor 10 dan 12 cocok untuk follow up karena mengaitkan email dengan percakapan sebelumnya. Panduan memilih kata yang lebih lengkap ada di artikel cara menulis subjek email untuk audiens Indonesia.

Kesalahan yang Membuat Email Penawaran Diabaikan

Template yang bagus bisa rusak karena detail kecil. Tabel ini merangkum kesalahan yang paling sering muncul saat UMKM dan tim sales mengirim penawaran, beserta perbaikannya.

KesalahanAkibatPerbaikan
Subjek hanya “Penawaran”Tidak jelas penawaran apa dan untuk siapaSebut produk dan nama perusahaan penerima
Paragraf pertama berisi sejarah perusahaanPenerima berhenti membacaMulai dari kebutuhan penerima, profil singkat di akhir
Harga hanya ada di lampiranLampiran tidak dibukaTulis ringkasan harga di badan email
Tidak ada masa berlakuKeputusan ditunda terusCantumkan tanggal berakhir penawaran
Tiga ajakan sekaligus (telepon, WA, kunjungi situs)Penerima bingung harus apaPilih satu langkah utama
Kirim dari email gratisan untuk penawaran B2BTerlihat kurang resmiPakai alamat email berdomain usaha
Satu email ke ratusan alamat di kolom CCAlamat bocor dan mudah ditandai spamKirim personal atau lewat layanan email marketing

Kalau Anda ingin memperdalam cara menyesuaikan isi penawaran untuk tiap jenis pembeli, baca panduan cara membuat email penawaran yang relevan untuk setiap buyer. Strategi penyusunan argumen dan nada bahasa dibahas di cara kirim email penawaran yang sulit ditolak.

Mengirim Email Penawaran ke Banyak Calon Klien tanpa Terlihat Spam

Ada dua situasi yang perlu dibedakan. Penawaran B2B ke satu perusahaan sebaiknya ditulis personal, satu per satu, dari kotak masuk Anda sendiri. Penawaran promosi ke ratusan atau ribuan orang hanya pantas dikirim ke kontak yang sudah memberi izin, misalnya pelanggan lama atau pendaftar newsletter.

Mengirim promosi massal ke alamat hasil beli database atau comot dari internet merugikan dua kali. Penerima merasa terganggu, dan reputasi domain Anda turun sehingga email penting lain ikut tersaring. Untuk daftar yang sudah opt-in, gunakan layanan email marketing yang menyediakan personalisasi dan tautan berhenti berlangganan.

Di Mailketing, langkahnya seperti ini:

  1. Buat akun dan verifikasi domain pengirim agar email terkirim atas nama usaha Anda.
  2. Impor kontak yang sudah memberi izin ke sebuah list.
  3. Buka menu Kirim Email → Campaign, lalu tempel salah satu template di atas.
  4. Ganti [Nama] dengan tag %%first_name%% agar setiap penerima disapa dengan nama depannya. Tag %%email%% menampilkan alamat email penerima.
  5. Tambahkan %%unsubscribelink%% di bagian bawah sebagai tautan berhenti berlangganan.
  6. Klik Kirim Pratinjau ke alamat Anda sendiri dan periksa tampilan di ponsel sebelum mengirim ke seluruh list.

Tautan berhenti berlangganan bukan basa-basi. Orang yang tidak tertarik bisa keluar dengan tenang, alih-alih menekan tombol “Laporkan spam”. Penjelasannya ada di artikel unsubscribe artinya apa dan fungsinya untuk email bisnis. Pastikan juga SPF, DKIM, dan DMARC domain Anda sudah benar lewat panduan cara setting SPF, DKIM, dan DMARC.

Biaya kirim di Mailketing mulai Rp0,6/email dengan sistem pay-as-you-use, tanpa biaya bulanan. Anda bisa menguji template penawaran dengan 200 email credit gratis saat membuat akun trial Mailketing.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Bagaimana cara membuka email penawaran agar tidak kaku?

Sebut alasan Anda menghubungi penerima di kalimat pertama, misalnya pembelian sebelumnya, kabar pembukaan cabang, atau permintaan harga yang ia kirim. Hindari pembuka umum seperti “Dengan hormat, bersama email ini kami bermaksud” yang tidak memberi informasi apa pun.

Apakah email penawaran harga perlu lampiran PDF?

Untuk penawaran B2B, PDF berguna karena mudah diteruskan ke bagian keuangan atau atasan. Namun tetap tulis ringkasan harga, masa berlaku, dan langkah berikutnya di badan email. Untuk email massal, lebih aman memakai tautan ke halaman penawaran daripada lampiran.

Berapa panjang email penawaran yang ideal?

Cukup panjang untuk memuat tujuh bagian di tabel struktur, biasanya bisa dibaca kurang dari satu menit. Detail teknis, spesifikasi, dan syarat lengkap lebih cocok ditaruh di lampiran atau halaman situs.

Bolehkah mengirim email penawaran ke perusahaan yang belum saya kenal?

Boleh untuk penawaran B2B satu-ke-satu yang relevan dengan bisnis mereka, dikirim ke alamat kontak resmi atau orang di bagian terkait. Yang sebaiknya dihindari adalah mengirim promosi massal ke daftar alamat yang tidak pernah memberi izin.

Apa beda email penawaran dan email follow up?

Email penawaran memperkenalkan produk, harga, atau usulan kerja sama untuk pertama kali. Email follow up mengingatkan penawaran yang belum dijawab, biasanya dikirim di utas yang sama dengan tambahan informasi baru.

Pilih template yang paling dekat dengan situasi Anda, ganti data fiktifnya, lalu kirim satu versi ke diri sendiri untuk dicek. Bila daftar penerima Anda sudah besar dan sudah opt-in, coba kirim campaign penawaran lewat Mailketing dengan personalisasi nama dan tautan berhenti berlangganan.

Bagikan artikel ini

Coba Mailketing gratis

Kirim email marketing, transaksional, dan OTP mulai Rp0,6/email — bayar sesuai pemakaian, tanpa biaya bulanan.

Daftar gratis Lihat dokumentasi