Cara Membuat Newsletter Menarik Agar Email Selalu Dibuka

Setiap hari, inbox pelanggan dibanjiri puluhan email.
Namun, hanya sedikit yang benar-benar dibuka.

Sisanya?
Langsung dihapus.
Atau lebih parah, diabaikan selamanya.

Di sisi lain, ada newsletter yang justru selalu dinanti.
Bukan karena desainnya mewah.
Melainkan karena isinya relevan dan konsisten.

Newsletter yang efektif bukan sekadar “email rutin”.
Ia adalah jembatan untuk menjaga hubungan jangka panjang dengan audiens.

Lalu, bagaimana cara membuat newsletter yang menarik tanpa menghabiskan waktu berjam-jam?

Mari kita bongkar strateginya satu per satu.


5 Strategi Agar Newsletter Selalu Dibuka

1️⃣ Subjek Email Harus Memancing Rasa Penasaran

Subjek email adalah gerbang utama.
Jika gagal di sini, isi sebagus apa pun tidak akan dibaca.

Gunakan curiosity gap atau personalisasi ringan.
Buat pembaca merasa email ini memang ditujukan untuk mereka.

Contoh perbandingan sederhana:

❌ “Newsletter Edisi Bulanan”
✅ “[Nama], Ini Cara Sederhana Naikkan Omzet Tanpa Iklan”

Namun, pastikan isi email tetap relevan.
Jika tidak, kepercayaan akan turun perlahan.


2️⃣ Fokus ke Nilai, Bukan Jualan Terus

Newsletter bukan katalog promosi.
Jika isinya hanya jualan, wajar kalau orang bosan.

Gunakan formula aman:

🎯 80% edukasi, insight, atau tips praktis
💰 20% promosi atau penawaran

Dengan begitu, audiens terbiasa membuka email Anda.
Bahkan saat Anda sedang tidak menjual apa pun.


3️⃣ Konsisten Waktu Pengiriman

Konsistensi membangun kebiasaan.
Bukan hanya untuk Anda, tapi juga untuk pembaca.

Tentukan jadwal tetap.
Misalnya setiap Kamis pukul 09.00 pagi.

Selain itu, jangan sering ganti-ganti hari.
Inbox itu soal ritme, bukan kejutan.


4️⃣ Layout Bersih dan Mudah Dipindai

Newsletter yang baik harus mudah dibaca.
Bukan membuat mata lelah.

Gunakan struktur yang konsisten:

🧩 Header dengan logo brand
📄 Isi email yang ringkas dan terfokus
📌 Footer berisi kontak dan link sosial media

Akhirnya, pembaca tahu harus melihat ke mana.
Dan Anda terlihat jauh lebih profesional.


5️⃣ Gunakan Sistem, Bukan Tenaga Manual

Banyak bisnis berhenti kirim newsletter karena satu alasan klasik.
“Terlalu ribet desainnya.”

Padahal, masalahnya bukan di niat.
Masalahnya tidak pakai sistem.


Tips Efisien Membuat Newsletter dengan Mailketing

Mailketing menyediakan pendekatan yang praktis.
Fokus ke isi, bukan teknis berulang.

Berikut cara cerdasnya.


Cara Mengelola Newsletter Secara Efisien di Mailketing

🛠️ Gunakan Classic Editor
Editor ini ringan dan fleksibel.
Menulis newsletter terasa seperti pakai word processor biasa.

📌 Buat Template Default Sekali Saja
Atur header dan footer di menu Forms & Templates.
Sesuaikan dengan identitas brand Anda.

⚙️ Aktifkan Fitur “Set as Default”
Setelah template jadi, klik Set as Default.
Sekarang setiap campaign newsletter otomatis siap pakai.

🎨 Kustomisasi via Source Code (Opsional)
Butuh tampilan unik?
Gunakan AI untuk membuat HTML, lalu tempelkan di ikon Source Code (<>).

Dengan alur ini, waktu kerja bisa dipangkas drastis.
Anda tinggal fokus ke pesan yang ingin disampaikan.


Kesimpulan

Newsletter yang menarik adalah kombinasi dua hal.
Konten yang bernilai dan sistem yang efisien.

Dengan template default di Mailketing, branding tetap konsisten.
Sementara energi Anda tersimpan untuk hal yang lebih strategis.

Ingat satu hal penting.
Newsletter terbaik selalu memberi solusi, bukan sekadar hadir di inbox.


🎯 Siap Membangun Loyalitas Pelanggan Lewat Newsletter?

Jangan biarkan desain berulang menghambat pemasaran Anda.
Mulailah gunakan sistem template yang praktis dan scalable.

👉 Pelajari cara kirim newsletter profesional dengan Mailketing sekarang
🚀 Fokus ke konten. Biarkan sistem yang bekerja.

Powered by Mailketing