Jujur saja, kapan terakhir kali Anda benar-benar membaca email promosi sampai habis?
Sebagian besar orang langsung:
❌ menghapus
❌ melewati
❌ atau bahkan unsubscribe
terutama jika email tersebut terlihat seperti brosur pasar swalayan digital: penuh gambar produk, daftar harga, dan kalimat jualan yang kaku.
Padahal, email marketing yang efektif bukan soal seberapa banyak Anda jualan, tapi seberapa kuat Anda membangun koneksi dengan pembaca.
Kalau email Anda membosankan, pelanggan tidak akan ragu untuk menekan tombol Unsubscribe.
Agar itu tidak terjadi, mari kita ubah cara Anda menulis konten email mulai hari ini.
1. Gunakan Gaya Bahasa “Antar Manusia” (Human to Human)
Ingat satu hal penting:
Anda mengirim email ke manusia, bukan ke robot atau database.
Gunakan gaya bahasa yang:
- santai
- natural
- terasa ngobrol
Tips:
- Gunakan kata “saya” dan “Anda”
- Tulis seolah Anda sedang mengirim email ke satu orang, bukan ribuan
Hindari:
- Bahasa terlalu formal
- Gaya pengumuman perusahaan yang kaku dan dingin
Semakin terasa manusiawi, semakin besar peluang email Anda dibaca sampai habis.
2. Ceritakan Sebuah Cerita (Storytelling)
Manusia secara alami suka cerita, bukan presentasi.
Daripada langsung menulis:
“Produk kami adalah solusi terbaik…”
Cobalah mulai dengan:
- masalah yang sering dialami pelanggan
- pengalaman nyata
- cerita singkat di balik bisnis Anda
Contoh:
Ceritakan bagaimana satu pelanggan Anda:
- awalnya bingung
- mencoba solusi
- lalu akhirnya terbantu oleh produk Anda
Cerita membangun emosi, dan emosi adalah kunci keputusan membeli.
3. Jangan Takut Jadi Unik atau Sedikit Lucu
Email yang terlalu serius sering kali:
- cepat dilewatkan
- terasa seperti iklan
Sedikit humor justru membuat email Anda:
- lebih hidup
- lebih mudah diingat
Contoh opening:
“Halo! Email ini dikirim karena saya tahu Anda butuh alasan sah untuk rehat sebentar dari kerjaan 😄”
Tidak harus selalu lucu, yang penting tidak kaku.
4. Gunakan Visual yang Bersih dan Nyaman Dibaca
Jangan buat pelanggan berhadapan dengan tembok teks.
Tips tampilan email:
- Gunakan paragraf pendek
- Sisipkan bullet points
- Tambahkan gambar atau GIF secukupnya
- Biarkan ruang kosong (white space)
Email yang nyaman dibaca = email yang diselesaikan.
5. Fokus Beri Nilai, Bukan Cuma Jualan
Rumus klasik yang masih relevan sampai sekarang:
👉 80 / 20 Rule
- 80% edukasi / insight / hiburan
- 20% promosi
Jika setiap email Anda isinya:
“Beli sekarang, promo hari ini, diskon terbatas”
maka cepat atau lambat orang akan bosan.
Tapi jika email Anda:
- memberi tips
- membuka wawasan
- membantu menyelesaikan masalah
pelanggan justru menunggu email Anda berikutnya.
6. Satu Email, Satu Tujuan (CTA yang Jelas)
Jangan membuat pelanggan bingung setelah membaca email Anda.
Setiap email cukup punya satu Call-to-Action (CTA).
Contoh CTA yang jelas:
- “Ambil diskon Anda di sini”
- “Baca artikel lengkapnya”
- “Balas email ini dan ceritakan pendapat Anda”
CTA yang jelas = konversi lebih tinggi.
Kesimpulan
Konten email yang menarik bukan soal desain mewah atau kata-kata rumit.
Kuncinya:
- relevan
- terasa manusiawi
- memberi nilai nyata
Semakin Anda memahami audiens Anda, semakin mudah menciptakan email yang:
📩 dibuka
📩 dibaca
📩 dan diklik
Jangan takut bereksperimen sampai Anda menemukan gaya khas brand Anda sendiri.
Buat Konten Email Lebih Menarik dengan Mailketing
Di Mailketing, Anda bisa:
- menulis email dengan editor drag & drop
- menambahkan personalisasi nama pelanggan
- mengatur tampilan email yang clean & profesional
- mengirim otomatis tanpa ribet teknis
Email Anda tetap terasa personal, meski dikirim ke ribuan orang.
👉 Mulai Buat Email Menarik Anda di Mailketing Sekarang!





