Pernahkah Anda melihat sebuah brand menjual produk dengan kemasan yang sangat unik, atau menjalankan kampanye iklan yang terasa “nyeleneh” dan tidak biasa? Jika iya, besar kemungkinan Anda sedang menyaksikan Gimmick Marketing.
Di tengah gempuran ribuan iklan setiap hari, menjadi “biasa saja” justru adalah risiko besar. Brand membutuhkan sesuatu yang mampu menghentikan perhatian audiens dalam hitungan detik. Namun, apakah gimmick hanya sebatas sensasi kosong? Atau justru bisa menjadi strategi pertumbuhan bisnis yang efektif jika diterapkan dengan benar?
Mari kita bahas secara tuntas.
Apa Itu Gimmick Marketing?
Gimmick Marketing adalah strategi pemasaran yang menggunakan ide, trik, atau elemen unik yang mencolok untuk menarik perhatian audiens dan membedakan brand dari kompetitor.
Gimmick biasanya:
- Tidak berhubungan langsung dengan fungsi utama produk
- Berfokus pada aspek visual, emosional, atau psikologis
- Bertujuan menciptakan efek “Wow”, “Kok bisa?”, atau “Ini apaan sih?”
Tujuan utamanya bukan langsung menjual, melainkan mencuri perhatian terlebih dahulu.
Fungsi Gimmick Marketing dalam Bisnis
1. Breaking the Noise
Di pasar yang penuh iklan, gimmick membantu brand Anda menembus kebisingan dan tampil lebih menonjol dibanding kompetitor.
2. Meningkatkan Brand Recall
Hal unik lebih mudah diingat. Gimmick membuat audiens lebih cepat mengingat brand Anda, bahkan setelah lama tidak melihat iklannya.
3. Pemicu Viralitas
Konten dengan gimmick biasanya lebih:
- Dibagikan (share)
- Dibicarakan
- Dijadikan bahan obrolan di media sosial
Ini membuat biaya pemasaran menjadi jauh lebih efisien.
4. Mendorong Keputusan Cepat (FOMO)
Gimmick seperti:
- Bonus terbatas
- Countdown timer
- Penawaran “hari ini saja”
mampu memicu rasa takut ketinggalan (Fear of Missing Out).
Cara Menerapkan Gimmick Marketing Secara Cerdas
Agar gimmick tidak dianggap murahan atau menipu, perhatikan strategi berikut:
1. Kemasan Produk yang Unik (Unique Packaging)
Gunakan desain yang out of the box.
Contoh:
- Kotak makanan yang bisa dilipat jadi mainan
- Botol minuman dengan label glow in the dark
- Kemasan yang bisa digunakan ulang (reusable)
Kemasan unik seringkali jadi alasan orang memotret dan membagikannya.
2. Penamaan Produk yang “Nyeleneh”
Nama yang unik memicu rasa penasaran.
Contoh:
- “Mie Setan”
- “Kopi Lupa Mantan”
- “Ayam Geprek Judes”
Nama bukan sekadar label, tapi alat storytelling.
3. Kampanye Interaktif
Libatkan audiens secara langsung.
Contoh gimmick:
- Diskon mengikuti suhu cuaca hari ini
- Harga berubah setiap jam
- Challenge dengan hadiah unik
Interaksi membuat audiens merasa menjadi bagian dari brand.
4. Gimmick dalam Copywriting
Gimmick juga bisa hadir lewat kata-kata.
Contoh:
- Headline dramatis tapi relevan
- Subjek email yang personal dan mengejutkan
- Call-to-action yang tidak biasa
Dalam email marketing, gimmick copywriting sering meningkatkan open rate secara signifikan.
⚠️ Hati-Hati: Gimmick Tanpa Kualitas Bisa Jadi Bumerang
Ingat satu hal penting:
Gimmick hanya pembuka pintu, kualitas produk adalah alasan orang tetap tinggal.
Jika gimmick Anda:
- Terlalu berlebihan
- Menyesatkan
- Tidak sesuai dengan produk
Maka pelanggan akan merasa tertipu dan reputasi brand bisa rusak dalam sekejap.
Kesimpulan
Gimmick marketing adalah bumbu dalam strategi pemasaran. Digunakan dengan tepat, ia mampu membuat bisnis Anda lebih menarik, mudah diingat, dan viral. Namun tanpa fondasi produk yang berkualitas, gimmick justru bisa menjadi senjata makan tuan.
Gunakan gimmick sebagai pemantik perhatian, lalu biarkan kualitas produk Anda yang berbicara.
Terapkan Gimmick Penawaran Anda Lewat Mailketing
Ingin menjalankan gimmick seperti:
- Diskon kilat 1 jam
- Penawaran rahasia khusus subscriber
- Bonus eksklusif terbatas waktu
Mailketing membantu Anda menyebarkan gimmick tersebut secara cepat, masal, dan terjadwal otomatis. Pastikan pesan Anda sampai tepat waktu saat audiens paling siap bertindak.
👉 [Mulai Buat Kampanye Marketing yang Viral Bersama Mailketing!]






