Banyak orang berpikir funnel itu harus ribet.
Harus pakai webinar.
Harus pakai closing call.
Harus pakai automation kompleks.
Padahal tidak selalu begitu.
Kalau produk Anda evergreen, funnel sederhana justru sering lebih stabil.
Dan menariknya, sistem ini bisa menghasilkan penjualan setiap hari.
Tanpa drama.
Tanpa gimmick berlebihan.
Apa Itu Funnel Email Marketing Sederhana?
Intinya cuma satu.
Gunakan sequential email dengan fitur autoresponder.
Artinya Anda mengirim email berderet dengan jarak waktu tertentu untuk proses penjualan.
Begitu ada subscriber masuk ke list, sistem langsung bekerja otomatis.
Contohnya seperti ini:
π₯ Hari 0: Email pertama langsung terkirim
π© Hari 1: Email lanjutan
π¨ Hari 2: Edukasi tambahan
π‘ Hari 3: Penekanan benefit
π― Hari 4: Soft selling
π Dan seterusnya
Jaraknya fleksibel.
Bisa tiap 1 hari.
Bisa 2 hari sekali.
Bisa 3 hari sekali.
Semua tergantung strategi Anda.
Cocok Untuk Produk Apa?
Funnel ini paling cocok untuk produk evergreen.
Produk yang tidak punya masa berlaku.
Contohnya:
π» Produk digital
π E-course
π οΈ Jasa profesional
βοΈ Software
π SaaS
Karena produknya tidak expired, Anda bisa pakai alur yang sama terus-menerus.
Tinggal optimasi performanya.
Isi Emailnya Harus Apa?
Jangan langsung jualan terus.
Orang tidak suka ditekan.
Gunakan alur yang bikin mereka makin yakin.
Struktur paling aman biasanya seperti ini:
π Edukasi masalah
π₯ Dampak jika masalah dibiarkan
π Penjelasan solusi
βοΈ Fitur & cara kerja
β¨ Benefit nyata
π― Ajakan beli yang natural
Tujuannya sederhana.
Bikin mereka merasa,
βIni memang solusi yang saya butuhkan.β
Cara Tangkap Lead (Lead Generation)
Sebelum bicara penjualan tiap hari, kita harus bicara sumbernya dulu.
Lead.
Tanpa lead, tidak ada sales.
Anda bisa tangkap prospek dengan cara sederhana:
π Voucher diskon
π§ͺ Trial gratis
π© Ebook pembuka
π§ Free konsultasi
π Mini course gratis
Namun ingat.
Lead magnet bukan sekadar umpan.
Harus relevan dengan produk utama Anda.
Kalau tidak nyambung, leads masuk tapi tidak beli.
Dua Kunci Agar Sales Terjadi Setiap Hari
Sekarang masuk ke bagian penting.
Kenapa funnel ini bisa menghasilkan penjualan tiap hari?
Ada dua faktor utama.
1οΈβ£ Traffic Adalah Pondasi
Kalau ingin sales tiap hari, Anda butuh lead tiap hari.
Kalau ingin lead tiap hari, Anda butuh traffic tiap hari.
Sederhana.
Namun banyak yang mengabaikan ini.
Traffic juga bukan sekadar ramai.
Harus relevan dan berkualitas.
Sumbernya bisa dari:
π± Sosial media
π° Ads berbayar
π SEO
π₯ Konten video
Tolak ukurnya jelas.
Dari 100 orang yang datang, berapa yang jadi lead?
Kalau 100 datang dan cuma 1 isi form, ada yang salah.
Entah traffic-nya tidak tepat.
Atau offer di landing page kurang kuat.
2οΈβ£ Optimasi Itu Wajib
Selain traffic, optimasi adalah mesin pertumbuhan.
Tanpa optimasi, angka akan stagnan.
Ada dua area optimasi utama.
π§ Optimasi Traffic & Landing Page
Fokusnya meningkatkan konversi jadi lead.
Bisa dari:
π― Targeting traffic
π Copywriting landing page
π Kekuatan offer
π Kejelasan value proposition
Targetnya sederhana.
Dari 100 traffic, tingkatkan jumlah yang convert jadi lead.
π Optimasi Konten Follow-Up
Setelah autoresponder berjalan, datanya akan terlihat.
Anda bisa lihat:
π Email keberapa terjadi penjualan
π© Email mana yang CTR-nya rendah
π° Dari 100 lead, berapa yang jadi sales
Misalnya:
Dari 100 lead, 5 jadi sales.
Conversion rate Anda 5%.
Artinya untuk 1 sales per hari, Anda butuh sekitar 20 lead per hari.
Namun jika Anda optimasi dan hasilnya seperti ini:
Dari 25 lead, 5 jadi sales.
Conversion rate naik jadi 20%.
Artinya Anda cukup butuh 5 lead per hari untuk 1 sales.
Sekarang pertanyaannya.
Lebih mudah mana?
Mengejar 20 lead per hari?
Atau meningkatkan konversi supaya cukup 5 lead per hari?
Di sinilah logikanya bermain.
Cost terbesar dalam funnel ini biasanya ada di traffic.
Kalau target lead besar, effort dan biaya juga besar.
Karena itu, optimasi jauh lebih masuk akal untuk jangka panjang.
Kenapa Funnel Ini Stabil?
Karena sistemnya bekerja otomatis.
Selama ada lead masuk, email akan terus berjalan.
Selama email berjalan, peluang penjualan selalu ada.
Dan selama Anda optimasi dua titik tadi, performanya akan naik.
Bukan karena sistemnya canggih.
Tapi karena Anda paham angka dan logika bisnisnya.
Penutup
Funnel email marketing sederhana bukan berarti hasilnya kecil.
Justru banyak bisnis stabil pakai model ini.
Tidak viral.
Tidak heboh.
Tapi konsisten.
Kalau Anda punya produk evergreen dan ingin sistem yang realistis, ini salah satu opsi paling rasional.
π― Mau tahu bagaimana cara setting autoresponder yang benar dari nol?
π Pelajari tutorial lengkapnya di Mailketing dan mulai bangun sistem penjualan otomatis Anda hari ini.
Karena pada akhirnya,
yang Anda butuhkan bukan funnel yang keren.
Tapi funnel yang menghasilkan.







