Banyak pelaku bisnis menunda email marketing dengan satu alasan klasik:
“Saya belum punya daftar email pelanggan.”
Padahal, database email itu bukan bonus, tapi aset.
Dan aset ini bisa mulai dibangun dari nol, tanpa nunggu ribuan follower atau brand besar.
Kuncinya bukan di jumlah, tapi di strategi dan konsistensi.
Kalau kamu mau mulai email marketing tapi masih kosong melompong,
ini 5 cara paling masuk akal buat bangun database email dari nol.
1️⃣ Gunakan Lead Magnet yang Relevan (Bukan Asal Gratis)
Orang gak akan ngasih email cuma-cuma.
Mereka butuh alasan.
Di sinilah peran Lead Magnet.
Contoh lead magnet yang terbukti efektif:
- 📘 E-book / PDF panduan
Contoh: “5 Resep Diet Sehat dalam 7 Hari” - 🎟️ Voucher Diskon
“Daftar email & dapat diskon 10% untuk order pertama” - 📋 Template / Checklist
“Checklist Perlengkapan Bayi Baru Lahir”
Catatan penting:
Lead magnet harus relevan dengan produk kamu,
bukan sekadar gratisan yang gak nyambung.
2️⃣ Pasang Form & Pop-up di Website (Mesin Pengumpul Data)
Website itu mesin pengumpul email paling stabil.
Beberapa opsi yang bisa dipakai:
- form di halaman utama
- form di akhir artikel
- exit-intent pop-up (muncul saat mau keluar halaman)
Tenang, pop-up gak selalu ganggu kalau:
- muncul di timing yang tepat
- isinya jelas dan relevan
💡 Tips:
Gunakan integrasi Mailketing, supaya:
- data dari form langsung masuk database
- gak perlu export–import manual
- rapi dan siap dikirim kapan saja
3️⃣ Manfaatkan Media Sosial (Bukan Buat Jualan Terus)
Kesalahan umum:
- media sosial isinya jualan terus
- gak pernah ngajak audience masuk ke “aset sendiri”
Solusi simpel:
👉 Manfaatkan link di bio
Arahkan follower ke:
- landing page sederhana
- isi nama + email
- dapet lead magnet
Dengan cara ini:
- follower (punya algoritma)
- berubah jadi subscriber (punya kamu)
4️⃣ Tawarkan Konten Eksklusif via Email
Bikin orang mikir:
“Kalau gak daftar email, gue ketinggalan nih.”
Contoh konten eksklusif:
- tips yang gak di-share di sosmed
- info stok & produk lebih dulu
- promo rahasia khusus subscriber
Email bukan spam kalau:
- isinya bermanfaat
- frekuensinya masuk akal
Justru subscriber yang berkualitas nungguin email kamu.
5️⃣ Jangan Lupakan Cara Offline (Masih Efektif)
Kalau kamu punya:
- toko fisik
- booth event
- kirim paket ke pelanggan
Manfaatkan momen offline.
Beberapa ide simpel:
- 🔲 QR Code di kasir → form pendaftaran
- 🎁 Giveaway / Undian
syaratnya isi nama & email - 📦 Kartu di dalam paket
ajak daftar untuk bonus / diskon
Offline + online = kombinasi yang sering diremehkan,
padahal hasilnya nyata.
Kesimpulan: Kualitas Lebih Penting dari Jumlah
Database email itu bukan lomba siapa paling banyak.
Mulai saja dari:
- 10 email
- 50 email
- 100 email pertama
Kalau mereka relevan & tertarik,
nilainya jauh lebih tinggi daripada ribuan email asal-asalan.
Semakin cepat kamu mulai,
semakin besar aset bisnis kamu ke depannya.
Kelola Database Anda dengan Mailketing
Setelah email terkumpul, kamu butuh “rumah” yang proper.
Dengan Mailketing, kamu bisa:
- simpan ribuan kontak
- segmentasi subscriber
- kirim email massal & otomatis
- tanpa ribet teknis
🚀 Siap dipakai
🚀 Performa stabil
🚀 Cocok untuk bisnis Indonesia
👉 Mulai Bangun List Anda Bersama Mailketing – Daftar Gratis!






