Kadang,
salah satu cara marketing yang paling sering dipakai buat naikin sales adalah lewat reseller atau affiliate.
Di dunia pemasaran digital, sistem affiliate malah jadi favorit.
Murah, scalable, dan secara teori… bisa jadi mesin sales tanpa harus nambah tim internal.
Masalahnya?
👉 Kebanyakan yang daftar itu belum tentu niat.
👉 Banyak yang “tertarik cuan”, tapi gak siap jualan.
Dan ini jadi problem klasik di banyak bisnis.
Masalah Umum dalam Recruitment Reseller / Affiliate
Kalau target kamu cuma yang penting banyak, itu sah-sah aja.
Karena memang ada model bisnis yang 80–90% sales-nya datang dari affiliate yang kebetulan convert.
Tapi…
Kalau kamu pengen:
- Reseller / affiliate beneran bantu jualan
- Bukan cuma numpang daftar
- Bisa jaga brand image
- Gak bikin blunder di lapangan
Maka satu kata: HARUS DIFILTER.
Kenapa Banyak Affiliate Gagal Ngasilin Sales?
Mari jujur aja.
1. Kompetensi Digital = Nol
Mau diajak jualan digital, tapi:
- Gak paham tombol
- Bingung link
- Gak tau browser
- Sosial media cuma buat scroll
Ini bukan soal pelit ilmu,
tapi ini bukan level yang bisa langsung dipakai buat jualan.
2. Literasi Rendah, Gak Mau Baca
Kita kasih:
- Product knowledge
- Cara kerja sistem
- Potensi cuan
- Aturan main
Tapi:
- Gak dibaca
- Gak dipahami
- Maunya instan
Pertanyaannya simpel:
kalau product knowledge aja gak paham, mau promosiin apa?
Risiko Affiliate yang Tidak Terseleksi
Affiliate seperti ini:
- Sulit dapetin buyer
- Salah klaim
- Salah narasi
- Salah positioning
Ujung-ujungnya:
❌ Sales gak dapet
❌ Brand kena dampak negatif
Dan energi bisnis kamu habis buat ngurusin hal basic.
Solusi: Filter Affiliate Pakai Step Link (Bukan Seleksi Manual)
Langsung to the point.
Solusi yang lebih rapi, scalable, dan fair adalah:
👉 Gunakan fitur Step Link dari Mailketing
📌 Dokumentasi:
https://mailketing.co.id/docs/step-link-segmentasi-subscriber-berdasarkan-klik-interest-based-segmentation/
Konsepnya simpel:
yang lolos semua step = affiliate potensial
yang gak lanjut = memang belum siap
Konsep Flow Recruitment Affiliate yang Ideal
Bukan ditolak.
Bukan diusir.
Tapi difilter alami lewat aksi mereka sendiri.
Struktur Step-nya:
Step 1 – Product Knowledge
📧 Email tentang:
- Produk
- Value
- Cara kerja
- Target market
👉 Di akhir email:
“Lanjut Pelajari Syarat Jadi Affiliate” (pakai step link ke Step 2)
Step 2 – Syarat Jadi Affiliate
📧 Email tentang:
- Aturan main
- Etika promosi
- Batasan klaim
- Komitmen
👉 Step link ke Step 3
Step 3 – Edukasi Dasar Promosi Digital
📧 Email tentang:
- Cara share link
- Dasar promosi
- Channel yang direkomendasikan
👉 Step link ke Step 4
Step 4 – Finish (Affiliate Resmi)
📧 Email:
- Ucapan selamat
- Link join grup support (Telegram / WA)
- Akses asset affiliate
- Dianggap sudah memenuhi syarat
Teknis Singkat Penerapannya
- Buat form recruitment
- Semua pendaftar masuk ke List Step 1
- Set autoresponder on joining di tiap list
- Pasang step link di setiap email untuk lanjut ke step berikutnya
Hasilnya:
- Yang baca & klik = lanjut
- Yang malas & gak niat = berhenti sendiri
Tanpa drama. Tanpa seleksi manual.
Manfaat Utama Flow Ini
✔ Affiliate terseleksi otomatis
✔ Kamu tau siapa yang benar-benar niat
✔ Waktu & energi lebih efisien
✔ Brand lebih aman
✔ Grup affiliate isinya orang serius
Biasanya:
- Banyak berhenti di Step 1
- Menyerah di Step 2
- Gak lanjut di Step 3
Dan itu normal.
Justru yang sampai Step 4, itulah aset bisnis kamu.
Penutup
Jadi kalau kamu mau:
- Recruitment reseller / affiliate
- Tapi gak mau ribet
- Gak mau buang energi
- Gak mau tim kamu jadi customer service basic
Flow ini sangat layak dicoba.
Gimana?
Flow ini terasa sedikit membingungkan?
Ya…
itu juga bagian dari seleksi kompetensi kamu sendiri dalam menerapkan sistemnya 😄






