The Larger Market Formula: Jangan Salah Kejar Market
Pernah dengar The Larger Market Formula?
Kalau belum, tenang.
Kalau sudah pernah dengar tapi belum benar-benar “ngeh”, artikel ini justru pas buat kamu.
Saya mau langsung jujur dari awal.
Saya bukan mau ngajarin konsep paling sakti, apalagi sok paling benar.
Di dunia digital marketing, konsep itu banyak — tapi noise jauh lebih banyak.
Dan lucunya, sebagian besar noise itu ujungnya selalu mengarah ke:
“Dan solusinya adalah… beli produk saya.” 😄
Jadi anggap saja ini noise versi saya.
Siapa tahu justru noise ini yang ngebuka arah marketing plan kamu.
Piramida Market: Kenapa 90% Strategi Marketing Gagal

Market itu bukan satu level.
Masalah terbesar banyak bisnis adalah memperlakukan semua market dengan cara yang sama.
Padahal, kalau digambarkan, market itu seperti piramida:
1. 60% – Not Problem Aware (Belum Sadar Masalah)
Ini kelompok paling besar.
Mereka hidup baik-baik saja. Tidak merasa punya masalah. Tidak mencari solusi.
Kondisinya:
- Mereka tidak sadar ada cara yang lebih cepat, murah, atau aman
- Mereka belum merasa “sakit”
Kesalahan paling umum:
Langsung jualan.
Strategi yang benar:
Edukasi & bangun kesadaran.
Tunjukkan:
- risiko tersembunyi
- peluang yang mereka lewatkan
Tujuan utama:
Pindahkan mereka ke Problem Aware.
2. 20% – Problem Aware (Mulai Ngerasa Ada yang Salah)
Di sini mulai ada rasa nggak nyaman.
Contoh pikiran mereka:
- “Kok jangkauan makin turun ya?”
- “Kenapa biaya iklan naik tapi hasil segini-gini aja?”
Mereka sadar ada masalah, tapi belum cukup terganggu untuk cari solusi.
Strategi yang cocok:
- Validasi perasaan mereka
- Tekankan risiko kalau masalah ini dibiarkan
Bukan hard selling.
Lebih ke empati.
Tujuan:
Bikin mereka berpikir:
“Oke, ini masalah serius. Harus diberesin.”
3. 17% – Information Gathering Mode (Sudah Aktif Cari Solusi)
Nah, ini mulai seru… sekaligus mulai sulit.
Di fase ini mereka:
- Googling
- Bandingin solusi
- Nonton review
- Baca artikel
- Tanya teman
Mereka sudah niat, tapi belum memilih brand.
Kesalahan fatal di fase ini:
Masih pakai channel broad & interest based.
Padahal:
Orang yang sudah niat harus dikejar pakai intent, bukan minat.
Channel yang masuk akal:
- SEO keyword intent
- Google Ads intent
- Database WA & email
- Lookalike buyer
- List building lanjutan
Tujuan:
Bangun trust & positioning.
Jadi pilihan paling masuk akal saat mereka siap beli.
4. 3% – Buying Now (Siap Bayar Sekarang)
Ini puncak piramida.
Dan semua kompetitor berebut di sini.
Mereka sudah:
- tahu solusinya
- tahu produknya
- tinggal milih siapa
Senjatanya cuma satu:
👉 Irresistible Offer
Diskon, bonus, garansi, kemudahan eksekusi.
Apa pun yang bikin mereka bilang:
“Oke, saya ambil sekarang.”
Channel Marketing Itu Tidak Netral
Ini poin paling penting dari artikel ini.
👉 Tidak semua channel cocok untuk semua market.
Interest Based Channel
Cocok untuk:
- Not Aware
- Problem Aware
Contoh:
- Sosial media viral
- Meta Ads broad
- Konten edukasi
- Paid promote
- Endorsement
Goal-nya satu:
Reach & awareness.
Intent Based Channel
Wajib untuk:
- Information Gathering
- Buying Now
Contoh:
- SEO keyword niat
- Google Ads
- Database email & WA
- Lookalike buyer
Karena secara logika:
Kalau orang sudah niat, jangan ditebak minatnya — tangkap niatnya.
Contoh Implementasi Nyata (Bukan Teori)
Campaign Not Aware (Edukasi)
Target: Penjual online sosmed only.
“Yakin mau selamanya bergantung pada nasib algoritma yang bisa berubah kapan saja, tanpa punya daftar kontak pelanggan sendiri sebagai pengaman omset?”
Formula:
Problem – Agitate – Solution (halus)
Campaign Problem Aware (Empati)
Target: Retarget dari campaign sebelumnya.
“Mulai merasa jangkauan makin sulit diprediksi padahal sudah habis tenaga bikin konten? Saatnya berhenti bergantung sepenuhnya pada algoritma.”
Di sini mereka mulai merasa:
“Iya juga ya…”
Campaign Information Gathering (Perbandingan & Bukti)
“Bingung fokus sosmed atau mulai bangun email list? Unduh tabel perbandingan Social Media vs Email Marketing dan lihat mana yang lebih stabil untuk jangka panjang.”
Sudah boleh:
- sebut produk
- bandingkan solusi
- tekan benefit
Campaign Buying Now (Offer)
“Daftar hari ini dan dapatkan 10 template email otomatis yang terbukti menghasilkan penjualan. Langsung mulai tanpa pusing nulis dari nol.”
Tidak banyak edukasi.
Langsung ke keputusan.
Kenapa Artikel Ini Penting Buat Kamu
Artikel ini sendiri sebenarnya masuk kategori Not Aware Education.
Mungkin kamu bilang:
“Ah bacot. Saya viral terus, omset jalan terus.”
Bisa jadi.
Sampai suatu hari kamu mulai ngerasa:
- effort naik, hasil segitu juga
- budget iklan naik, profit malah turun
- tiap tahun cuma adaptasi algoritma baru
Saat itu baru terasa:
“Ada yang salah nih…”
Dan biasanya jawabannya bukan:
- nambah konten
- nambah budget
Tapi:
👉 Bangun asset sendiri dengan Mailketing.
Penutup: Profit Bukan Selalu Soal Omset
Kadang cara naikin profit bukan dengan naikin omset
karena cost ikut naik.
Tapi dengan:
- efisiensi
- kontrol
- punya database sendiri
- list building yang bisa dimanfaatkan kapan pun
Kalau kamu sudah sampai titik “sakit”,
sekarang kamu sudah tahu:
Masalahnya di mana, dan arahnya ke mana.
Noise boleh banyak.
Tapi semoga yang satu ini kepake.





